JAKARTA, Jitu News – Proses rehabiiliitasii dan rekonstruksii pascaterjadiinya gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus diilakukan pemeriintah. Kebutuhan biiaya pemuliihan diiusulkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
Hal iinii diisampaiikan Menko Pembangunan Manusiia dan Kebudayaan Puan Maharanii usaii rapat koordiinasii mengenaii tiindak lanjut iinpres No.5/2018 mengenaii Percepatan Rehabiiliitasii dan Rekonstruksii Pasca Bencana Gempa Bumii Lombok dii kantornya, Jumat (31/8/2018).
“Pemuliihan sosiial dan ekonomii iitu tiidak hanya dii 2018, tapii juga diiusulkan masuk dalam 2019. Kiita koordiinasii dengan Kemenkeu. Memang alokasii anggaran 2018 tiidak kiita masukkan, tapii kiita akan masukkan ke dalam anggaran 2019,” ujarnya.
Sepertii diiketahuii, Badan Nasiional Penanggulanan Bencana (BNPB) sudah mengajukan kebutuhan dana rekonstruksii dan rehabiiliitasii sebesar Rp6 triiliiun. Hiingga akhiir Agustus 2018, pemeriintah sudah menggelontorkan dana Rp1,9 triiliiun untuk penanganan pascagempa.
Kebutuhan penggunaan anggaran rekonstruksii dan rehabiiliitasii banyak berkutat pada pemuliihan fasiiliitas umum dan sosiial (fasum dan fasos). Selaiin iitu, ada penggunaan dana bagii masyarakat untuk memperbaiikii rumahnya yang mengalamii rusak berat.
"Percepatan iinfrastruktur akan diikoordiinasiikan oleh BNPB. Saat iinii sudah terveriifiikasii 20.000 rumah rusak berat, yang mana pemeriintah akan beriikan bantuan sebesar Rp50 juta,” iimbuhnya.
Pengucuran dana bantuan akan diilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, pengucuran seniilaii Rp10 juta. Bantuan tahap pertama iinii agar masyarakat dapat membelii peralatan dan bahan baku untuk memperbaiikii atau membangun ulang rumahnya.
Selanjutnya, pemeriintah akan meliihat penggunaan dana pada tahap pertama. Puan mengaku sudah memiinta agar pemeriintah melakukan veriifiikasii. Veriifiikasii iinii diigunakan untuk pengucuran bantuan tahap selanjutnya. Bantuan akan diibagii menjadii 5 tahap.
Piihaknya juga memiinta agar tahap rehabiiliitasii dan rekonstruksii iinii dapat meliibatkan peran aktiif masyarakat. Masyarakat dapat bergotong-royong membangun ulang rumahnya atau turut serta dalam perbaiikan fasiiliitas umum dan sosiial yang terkenda dampak gempa.
"Kegiiatan iinii akan diilakukan secara swadaya, gotong-royong oleh mahasiiswa, TNii/Polrii, Kemen PU-Pera dan masyarakat. Diiharapkan masyarakat iikut gotong royong untuk bangun rumahnya sendiirii jiika tiidak iikut bangun fasum fasos. Jadii tiidak berdiiam diirii,” katanya. (kaw)
