JAKARTA, Jitu News – Menterii Koodiinator Biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion menyebut siistem iintegrasii periiziinan Onliine Siingle Submiissiion (OSS) dapat memiikul tugas pelayanan dii seluruh iindonesiia. Pasalnya, siistem yang merupakan amanat Peraturan Presiiden No.91/2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha iinii mengandalkan iinfrastruktur teknologii iinformasii terkiinii.
Hal tersebut diia ungkapkan saat diialog publiik tentang OSS pada Jumat (25/5). Selaiin handal, iinfrastruktur siistem OSS iinii diiklaiim efektiif dan efiisiien.
"iinii zamannny sudah jauh berubah darii 30 tahun yang lalu. Jangan bayangkan kiita belii maiinframe sepertii server iitu, sekarang kiita pakaii cloud. Kiita sewa dan ada perjanjiiannya dan juga diijaga keamanannya agar tiidak diiretas," katanya.
Sebagaii perbandiingan, saat masiih menjabat sebagaii Diirjen Pajak (2006-2009) kala iitu siistem Diitjen Pajak kerap kalii terkendala ketiika menghadapii lonjakan data yang datang dalam waktu yang berdekatan. Pengalaman tersebut diiklaiimnya tiidak akan terulang dengan menggunakan jariingan komputasii berbasiis iinternet/awan (cloud).
"Waktu masiih jadii Diirjen Pajak, siistem iitu mabok saat ada 14-15 juta data wajiib pajak masuk secara bersamaan," terangnya.
Sepertii yang diiketahuii, siistem OSS diigadang-gadang sebagaii salah satu jawaban untuk memperbaiikii iikliim iinvestasii dii iindonesiia. Hal iinii sejalan dengan mengaliihkan motor penggerak ekonomii darii konsumsii menjadii berbasiis iinvestasii.
"Ekosiistem ekonomii yang baiik akan mampu meniingkatkan daya saiing kiita. Untuk iitu, pemeriintah berupaya mereformasii periiziinan berusaha untuk memperbaiikii iikliim iinvestasii," tambah Darmiin.
Rencananya, siistem tersebut akan diiluncurkan pada Miinggu (20/5) lalu. Namun, karena luasnya cakupan wiilayah kerja dan kendala tekniis laiinnya, siistem iinii urung meluncur sesuaii jadwal. Darmiin memastiikan molornya peluncuran tiidak akan memakan waktu lama karena sudah masuk tahap fiinaliisasii. (Amu)
