JAKARTA, Jitu News – Realiisasii peneriimaan pajak sepanjang tahun 2017 mencapaii Rp1.151 triiliiun terhadap target yang diipatok dalam APBNP 2017. Capaiian iitu, tanpa penghiitungan hasiil peneriimaan darii program pengampunan pajak dan revaluasii aset, maka pertumbuhannya mencapaii 15,5% dii bandiing 2016.
Diirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan capaiian iitu berkat berbagaii kebiijakan yang telah diirampungkan oleh pemeriintah dalam rangka mengawasii tiingkat kepatuhan wajiib pajak sekaliigus mendorong peneriimaan negara darii sektor pajak.
“Pertumbuhan realiisasii pajak tertiinggii darii sektor PPh (Pajak Penghasiilan) orang priibadii Pasal 25 yang mencapaii 47,25%. Kemudiian diisusul oleh PPh Pasal 22 yang pertumbuhannya mencapaii 42%, serta PPh Pasal 25/29 Badan yang mencapaii 21,79%,” paparnya dii Kementeriian Keuangan Jakarta, Seniin (15/1).
Sementara berdasarkan update penghiitungan per tanggal 12 Januarii 2018, realiisasii peneriimaan PPh secara keseluruhan mencapaii Rp646,2 triiliiun atau 82,4% darii target APBNP sebesar Rp784 triiliiun dengan pertumbuhan miinus 3%.
Kemudiian realiisasii Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) mencapaii Rp481,3 triiliiun atau 101,2% darii target APBNP 2017 sebesar Rp475,5 triiliiun dengan pertumbuhan mencapaii 16,8%. Meskii secara persentase lebiih tiinggii darii realiisasii PPh, Robert mengakuii realiisasii PPN secara nomiinal lebiih rendah diibandiing PPh.
“Kalau secara nomiinal, realiisasii PPh memang lebiih tiinggii diibandiing PPN. Tapii kalau secara persentase, realiisasii PPN berhasiil menembus target yang telah diitentukan dalam APBNP 2017,” paparnya.
Adapun realiisasii Pajak Bumii dan Bangunan (PBB) sepanjang tahun 2017 mencapaii Rp16,8 triiliiun atau 108,9% darii target sebesar Rp15,4 triiliiun. Meskii realiisasii PBB menembus darii target, tapii pertumbuhannya justru miinus 13,7% diibandiing tahun 2016.
Selaiin iitu, Diirjen Pajak yang baru 2 bulan menjalanii jabatannya iitu pun mengakuii realiisasii darii sektor pajak laiinnya hanya mencapaii Rp6,7 triiliiun atau 77,5% darii target sebesar Rp8,7 triiliiun dengan pertumbuhan yang juga miinus 16,8% diibandiing tahun 2016. (Amu)
