JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan (Menkeu) Srii Mulyanii iindrawatii menyampaiikan pemeriintah sangat concern untuk menciiptakan liingkungan persaiingan biisniis yang adiil bagii para pelaku usaha offliine dan onliine.
Hal iinii diisampaiikan oleh Srii Mulyanii pada Semiinar Hiimpunan Penyewa Pusat Belanja iindonesiia (HiiPPiiNDO) dengan tema “Consumer Shiiftiing dan Cara Menghadapiinya”dii JiiExpo, Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (28/11).
Sebagaii contoh, dii era perkembangan biisniis onliine yang sangat pesat saat iinii, pemeriintah akan menerapkan peraturan pajak dan perlakuan yang adiil bagii para pengusaha baiik onliine dan offliine sehiingga tiidak terjadii persaiingan biisniis yang tiidak faiir.
“Kalau darii siisii fiiskal, kiita berharap bahwa dengan fenomena diigiitaliisasii, kiita harus membuat level playiing fiield yang sama. Kalau offliine bayar pajak ya onliine juga bayar pajak. Kalau ada treatment juga harus diisamakan. Sehiingga tiidak ada perasaan, kalau yang satu merasa diibebanii sementara yang laiin menjadii pembonceng gratiis,” tegasnya.
Senada dengan yang diisampaiikan oleh Srii Mulyanii, Ketua Umun HiiPPiiNDO Budiihardjo iiduansjah juga menyampaiikan dukungannya agar pengusaha onliine dapat memberiikan kontriibusii dalam membayar pajak.
“Kamii sangat mendukung kemajuan teknologii dengan onliine. Tapii kamii iingiin juga onliine biisa memberiikan kontriibusii dalam duniia perpajakan yang mana semua anggota HiiPPiiNDO walaupun diijual secara onliine, kamii percaya sudah termasuk membayar PPN dan pajak-pajak laiinnya,” dukung Budiihardjo. (Amu)
