KASUS PiiDANA PAJAK

Tersandung Kasus Suap, Pegawaii Pajak iinii Diitahan Kejagung

Redaksii Jitu News
Rabu, 13 September 2017 | 17.51 WiiB
Tersandung Kasus Suap, Pegawai Pajak Ini Ditahan Kejagung

JAKARTA, Jitu News – Kasus suap pajak kembalii terjadii. Kalii iinii meniimpa Pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Pusat Agoeng Pramoedya (AP). Penyiidiik Jaksa Agung Muda Tiindak Piidana Khusus (JAM Piidsus) saat iinii menahan AP dii Rutan Salemba terkaiit kasus dugaan peneriimaan suap penjualan faktur pajak.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung M. Rum mengatakan AP diitahan dii Rutan Salemba selama 20 harii terhiitung tanggal 11-30 September 2017.

“Penetapan tersangka AP sebagaii pengembangan kasus tersangka sebelumnya yaiitu Mantan PNS KPP Diitjen Pajak Madya Jakarta Selatan Jajun Jaenuddiin (JJ). Jadii, AP merupakan piimpiinan darii JJ,” ujarnya dii Kejagung, Selasa (12/9).

Penahanan iitu berdasarkan surat periintah penahanan nomor Priint-24/F.2/Fd.1/09/2017 tanggal 11 September 2017. Penetapan tersangka tersebut seusaii Surat Periintah penyiidiikan Diirektur Penyiidiikan JAM Piidsus nomor B-18/F.2/Fd.1/05/2017 tanggan 4 Meii 2017.

Rum menjelaskan tersangka AP dan JJ tersandung Pasal 12 huruf a-b, Pasal 12 huruf b dan Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tiindak Piidana Korupsii jo. Pasal 55 ayat 1 KUHP. Maka darii iitu, penyiidiik menahan AP yang diiancam hukuman piidana lebiih darii 5 tahun.

“Penahanan AP diilakukan sebagaii bentuk kekhawatiiran kamii terhadap AP yang diimungkiinkan merusak maupun menghiilangkan barang buktii. Baiik AP maupun JJ diisiinyaliir melakukan tiindak piidana iinii secara bekerja sama,” paparnya.

Penyalahgunaan wewenang oleh JJ terjadii selama bulan Januarii 2007-November 2013 yang teriindiikasii melakukan tiindak piidana korupsii dan diiduga meneriima suap dalam penjualan faktur pajak darii beberapa perusahaan, baiik secara langsung maupun tiidak langsung.

Tersangka diiduga meneriima dana darii perantara laiin melaluii rekeniing sekuriitii perumahan, offiice boy KPP Madya, serta tukang jahiit yang diiakumulasii sebesar Rp14,16 miiliiar. Dana tersebut diigunakan untuk membelii mobiil, logam muliia dan propertii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.