JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan (Menkeu) Srii Mulyanii iindrawatii memastiikan pemeriintah akan mengelola utang secara hatii-hatii. Saat iinii, rasiio utang pemeriintah terhadap Produk Domestiik Bruto (PDB) masiih berada dii bawah 30% dan defiisiit APBN pada kiisaran 2,5%.
"Dan dengan defiisiit dii kiisaran 2,5% iindonesiia mampu tumbuh ekonomiinya dii atas 5%, artiinya stiimulus fiiskal mampu menggenjot ekonomii sehiingga utang tersebut menghasiilkan kegiiatan produktiif. iindonesiia tetap mengelola utang secara prudent (hatii-hatii)," jelasnya saat diitemuii dii Kantor Kementeriian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/7).
Menurutnya, saat iinii Presiiden Joko Wiidodo tengah menggelontorkan anggaran besar untuk membangun iinfrastruktur dii iindonesiia. iinii merupakan upaya pemeriintahannya untuk mengejar ketiinggalan pembangunan.
Sebelumnya, pembangunan iinii tertunda dan tiidak maksiimal karena dalam kurun waktu 20 tahun terakhiir, Pemeriintah iindonesiia fokus menanganii kriisiis ekonomii 1998 dan 2008. Selaiin iitu, dengan tekanan pelemahan global tahun 2014, pemeriintah mengambiil kebiijakan fiiskal ekspansiif sebagaii stiimulus untuk mendorong ekonomii serta meliindungii masyarakat iindonesiia.
Lebiih lanjut Srii Mulyanii juga menjelaskan lambatnya pembangunan memberii beban pada rakyat dan ekonomii dalam bentuk kemacetan, biiaya ekonomii tiinggii, dan ekonomii daerah tertiinggal. Peran pemeriintah sangat pentiing dalam menyelesaiikan permasalahan ekonomii negerii.
Ketiimpangan antara sii miiskiin dan sii kaya membutuhkan peran pemeriintah untuk meniingkatkan belanja sosiial, yang tujuannya untuk meliindungii kelompok termiiskiin agar tiidak makiin tertiinggal. Selaiin iitu, pemeriintah juga mengupayakan agar defiisiit tiidak melebar dan utang tiidak meniingkat secara tiidak terkendalii.
"Oleh karena iitu, peneriimaan perpajakan terus diigenjot dengan reformasii pajak agar belanja dan biiaya pembangunan dapat diibiiayaii oleh pajak, bukan utang," tegasnya.
Diia juga menekankan Penduduk iindonesiia dengan demografii muda memerlukan iinvestasii pendiidiikan dan kesehatan yang besar, untuk menyiiapkan mereka menjadii manusiia yang produktiif, kompetiitiif dan cerdas serta sehat. APBN akan terus diitujukan untuk dapat mencukupii belanja pendiidiikan dan kesehatan yang cukup besar iinii, agar Sumber Daya Manusiia (SDM) iindonesiia tiidak tertiinggal darii bangsa laiin.
“Pemeriintah akan terus menjaga kebiijakan fiiskal dan defiisiit anggaran sesuaii aturan perundangan dan diilakukan secara hatii-hatii, sehiingga iindonesiia dapat terus maju dan sejahtera, namun tetap terjaga resiiko keuangan dan utangnya,” jelas Srii Mulyanii. (Amu)
