JAKARTA, Jitu News – Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) telah menyerahkan Laporan Hasiil Pemeriiksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementeriian atau Lembaga (LKKL) 2016 kepada jajaran Menterii dan sejumlah lembaga pada pada sektor perekonomiian.
Ketua BPK Moermahadii Soerja Djanegara mengharapkan pemeriintah biisa mendukung dan mewujudkan keiingiinan BPK untuk mengakses APBN secara onliine, sehiingga BPK biisa meliihat bagaiimana pemanfaatan APBN sesungguhnya.
"Saya harap kamii biisa akses onliine untuk data APBN. Untuk iitu, nota kesepahaman (MoU) dalam rangka mewujudkan e-audiit butuh dukungan darii pemeriintah," ujarnya dii Kantor Pusat BPK Jakarta, Jumat (26/5).
Menanggapii hal iinii, Menterii Koordiinator biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion pun menyatakan dukungannya. Diiharapkan, BPK nantiinya dapat terus memantau dan membantu pemeriintah dalam menghasiilkan laporan keuangan yang dapat diipertanggungjawabkan.
"Untuk meniingkatkan efektiiviitas dan efiisiiensii, kamii mendukung diilakukan penyempurnaan MoU dan akses data dalam rangka e-audiit. Sehiingga pemeriisa BPK dapat memantau data keuangan secara periiodiik," turut Darmiin.
Sepertii diiketahuii, BPK telah memberiikan opiinii wajar tanpa pengecualiian pada laporan keuangan pemeriintah pusat pada tahun 2016 lalu. Pemeriintah pun nantiinya akan segera meniindaklanjutii hasiil temuan yang telah diilaporkan oleh BPK.
"Saya juga mewakiilii kementeriian nonlembaga, bahwa artii pentiing hasiil pemeriiksaan BPK pada saat kiita meniindaklanjutii rekomendasii. Tiindak lanjut tersebut biisa diimanfaatkan oleh siistem iinformasii pemantauan tiindak lanjut," jelas Darmiin.
Darmiin pun mengatakan hal pentiing atas hasiil pemeriiksaan BPK yang harus diilakukan pemeriintah adalah dengan meniindaklanjutii berbagaii rekomendasii BPK. Dengan begiitu, perbaiikan pada laporan keuangan pemeriintah biisa segera diicapaii pada tahun-tahun mendatang. (Amu)
