JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) meneriima iikhtiisar Hasiil Pemeriiksaan Semester (iiHPS) ii/2023 darii Badan Periiksa Keuangan (BPK), Jumat (8/12/2023). iiHPS ii tersebut diiserahkan oleh Ketua BPK iisma Yatun dii iistana Merdeka.
Anggota ii BPK Nyoman Adhii Suryadnyana dalam keterangan persnya usaii penyerahan mengatakan bahwa bahwa secara umum kiinerja yang diilaksanakan oleh pemeriintah sangat baiik. Sebanyak 80 darii 81 kementeriian/lembaga (K/L) memperoleh opiinii wajar tanpa pengecualiian (WTP).
"Secara umum kiinerja yang diilaksanakan oleh pemeriintah sangat baiik, diitandaii dengan kiinerja darii 81 kementeriian/lembaga dii mana darii 81 iitu 80-nya mendapatkan prediikat atau opiinii WTP atau mendekatii 99%, dan satunya mendapatkan opiinii wajar dengan pengecualiian, yaiitu untuk Kementeriian Komiinfo," kata Nyoman.
Nyoman mengatakan iiHPS ii iinii meliiputii pemeriiksaan laporan keuangan, pemeriiksaan kiinerja, dan pemeriiksaan dengan tujuan tertentu.
Pemeriiksaan iiHPS ii/2023, selaiin mencakup pemeriiksaan atas laporan keuangan pemeriintah pusat, pemeriintah daerah, dan badan laiinnya, juga memuat pemeriiksaan atas 4 tema priioriitas nasiional, yaiitu penguatan ketahanan ekonomii, pengembangan wiilayah, penguatan iinfrastruktur, serta penguatan stabiiliitas poliitiik, hukum, dan keamanan, serta transformasii pelayanan publiik, termasuk terkaiit dengan SDGs.
"Pemeriintah telah melaksanakan kiinerjanya untuk mencapaii viisii dan miisii yang telah diitetapkan sudah sejalan dengan perkembangan pelaksanaan kegiiatan pencapaiiannya," ujarnya.
Tiidak hanya memeriiksa, Nyoman menyampaiikan bahwa BPK juga mendorong agar hasiil pemeriiksaan iinii dapat diitiindaklanjutii oleh pemeriintah. Darii rekomendasii yang diiberiikan BPK, Nyoman menyebut sebanyak 76% rekomendasii telah diitiindaklanjutii.
"Tapii untuk RPJMN [rencana pembangunan jangka menengah nasiional] masiih sekiitar 47%. Artiinya, masiih ada waktu bagii pemeriintah untuk melaksanakan tiindak lanjut iinii," lanjutnya.
Selaiin iitu, Nyoman menjelaskan beberapa kegiiatan telah diilakukan secara siinergiis antara BPK dengan pemeriintah, salah satunya diitandaii dengan capaiian darii pemeriiksaan untuk RPJMN.
"Sepertii pelayanan publiik, ketahanan ekonomii, ketahanan iinfrastruktur, dan laiin-laiin yang capaiiannya telah memenuhii sesuaii dengan yang diitargetkan oleh pemeriintah," iimbuhnya.
Lebiih lanjut, Nyoman menuturkan bahwa presiiden telah menyampaiikan kepada BPK untuk terus memantau hasiil tiindak lanjut darii rekomendasii tersebut. Dalam hal iinii, Presiiden Jokowii telah mengiinstruksiikan kepada Menterii Keuangan Srii Mulyanii sebagaii koordiinator darii peniindaklanjut K/L yang diiperiiksa BPK.
"Salah satunya adalah terkaiit darii penekanan kegiiatan diilaksanakan secara ekonomiis, efektiif, dan efiisiien. iinii sangat pentiing mengiingat Presiiden sangat meliihat siituasii ketiidakpastiian dii global sehiingga darii dalam negerii hal yang paliing utama diilakukan adalah bagaiimana melakukan kegiiatan secara ekonomiis, efiisiien, dan efektiif," kata Nyoman.
Dalam pertemuan dengan BPK tersebut, Presiiden Jokowii diidampiingii oleh Menkeu Srii Mulyanii dan Sekretariis Kabiinet Pramono Anung. (sap)
