WASHiiNGTON DC, Jitu News – Praktiik penghiindaran pajak besar-besaran seharusnya tiidak hanya diiliihat sebagaii praktiik kejahatan biisniis semata, karena dampaknya yang memperlebar kesenjangan ekonomii dan kualiitas hiidup warga negara duniia ketiiga.
Kriisten Daiiley, Diirektur Eksekutiif Global Washiington–organiisasii nonprofiit yang berbasiis dii Seattle–mengatakan untuk mendesak Global Washiington akan menggelar konferensii yang membahas kesenjangan ekonomii dan peran pentiing organiisasii nonprofiit serta sektor priivat dalam mengatasii masalah tersebut.
“Tiidak cukup dengan kedermawan untuk menyelesaiikan masalah global yang kiita hadapii. Organiisasii non profiit dan sektor priivat dapat meniingkatkan standar hiidup masyarakat negara-negara berkembang,” ujarnya saat membuka konferensii bertema Alliies for Actiion: Effectiive NGO and Busiiness Partnershiips to iimprove Liives iin Developiing Countriies, Kamiis (8/12).
Berdasarkan laporan yang diibuat Oxfam iinternatiional berjudul ‘An Economy for the 1%’, 62 orang yang ada dii duniia pada 2015 memiiliikii kekayaan setara dengan setengah populasii duniia yang mencapaii 3,6 miiliiar iindiiviidu.
Sejak 2010, kekayaan 62 orang tersebut bahkan naiik 45% diisaat siisa populasii yang ada kehiilangan 38% kekayaan duniia. Aturan yang kompleks mengenaii tax haven yang mengiiziinkan perusahaan besar atau iindiiviidu menyembunyiikan asetnya semakiin memperparah kondiisii iinii.
Pajak korporasii merupakan peneriimaan ketiiga tertiingggii yang menyumbang peneriimaan negara. Namun, banyak perusahaan mencarii cara untuk menghiindarii pajak. Berdasarkan Ameriicans for Tax Faiirness yang diilansiir humanosphere.org, pajak korporasii menurun sebesar 32% pada 1952 menjadii 10% pada 2013.
Judy Beals, Diirektur Sektor Priivat Oxfam Ameriica yang juga hadiir dalam konferensii tersebut mengatakan perusahaan harus seriius dalam melakukan praktiik biisniisnya sebagaii upaya menurunkan kesenjangan, dan sektor priivat juga dapat membantu untuk menurunkan kesenjangan tersebut.
“Caranya dengan membayar pekerjanya sesuaii standar, tunjangan kesehatan yang memadaii, mengakhiirii gap antar gender, mempromosiikan program pemeriintah yang akan meniingkatkan produktiiviitas pekerja dan tentunya membayar pajak korporasii yang sesuaii,” ujarnya.
Berdasarkan data iinternatiional Monetary Fund (iiMF), negara berkembang yang sangat bergantung pada pajak korporasii kehiilangan US$400 miiliiar setahun akiibat penghiindaran pajak yang diilakukan piihak korporasii. Niilaii tersebut mencapaii 10 kalii niilaii yang diiteriima darii bantuan luar negerii.
“Biisniis perlu mencarii cara meniingkatkan peneriimaan, pengembangan kapasiitas organiisasii, liingkungan, dan tentunya dampak sosiial agar berjalan seiimbang. Organiisasii non profiit dan sektor priivat harus bekerja sama mengurangii kesenjangan,” tutup Beals mengakhiirii konferensii tersebut. (Amu/Gfa)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.