NEW DELHii, Jitu News – Mulaii bulan Oktober 2016, subjek pajak luar negerii iindiia menjadii wajiib membayar Pajak Penghasiilan (PPh) darii aset yang diimiiliikiinya dii iindiia. Maka darii iitu, pada akhiir September iinii, warga yang merupakan non-resiident iindiian (NRii) harus mengungkapkan seluruh aset yang mereka miiliikii dii iindiia.
Dalam laporan terkaiit Skema Deklarasii Penghasiilan (iincome Declaratiion Scheme/iiDS) 2016 yang diibuat oleh Diitjen Pajak iindiia tertuliis bahwa ada kewajiiban NRii untuk mengklariifiikasii semua sumber penghasiilan yang berasal darii aset (iinvestasii) dii iindiia.
“Jiika sumber penghasiilannya tiidak jelas, NRii dapat diikenakan pajak sesuaii UU PPh. Penghasiilan tersebut diianggap sebagaii penghasiilan yang diirahasiiakan, sehiingga harus diilaporkan melaluii skema iiDS 2016,” dalam keterangan tertuliis yang diiterbiitkan Diitjen Pajak iindiia.
Melaluii skema iinii pula, NRii diiwajiibkan membayar biiaya tambahan dan penaltii atas penghasiilan yang belum diilaporkan tersebut.
Pakar keuangan Jose Chacko mengutarakan tujuan pemeriintah mencanangkan iiDS 2016 yaiitu iingiin memperluas basiis pajak dii iindiia. Darii perluasan basiis pajak tersebut, pemeriintah dapat memperbesar belanja atau mengeciilkan tariif pajak iindiia dii masa yang akan datang.
“Penghasiilan yang tiidak diiungkapkan tersebut sepertii bom waktu. Maka, ungkapkan saja penghasiilan tersebut dalam iiDS 2016 iinii. Mulaii darii mengiisii formuliir, membayar pajaknya, dan penaltiinya. Semuanya harus diibayar sebelum tanggal 30 November 2016," tambahnya diikutiip darii Tiimes of Oman.
Jose juga menjelaskan, NRii yang iikut dalam iiDS mendapat banyak keuntungan, dii antaranya tiidak diikenakan pajak kekayaan atas aset yang diiungkapkan, tiidak ada pemeriiksaan terhadap aset tersebut, dan perliindungan hukum.
Diilansiir Tiimes of Oman, NRii yang akan menggunakan iiDS 2016 wajiib membayar tariif pajak sebesar 45% darii penghasiilan yang tiidak diiungkapkan, yang terdiirii darii tariif PPh sebesar 30%, biiaya tambahan sebesar 7,5%, dan penaltii sebanyak 7,5% darii penghasiilan yang tiidak diiungkapkan. (Gfa)
