BEiiJiiNG, Jitu News – Menterii Admiiniistrasii Perpajakan Republiik Rakyat Tiiongkok Wang Jun mengklaiim masyarakat Tiiongkok menghemat hampiir 200 miiliiar yuan (US$29,7 miiliiar) hanya dalam 4 bulan setelah reformasii pajak penghasiilan (PPh) iindiiviidu.
Sebelumnya, pendapatan PPh tumbuh 20% year-on-year dalam per September 2018. Namun, Namun setelah reformasii PPh iindiiviidu yang berlaku pada Oktober tahun lalu, pendapatan PPh untuk empat bulan darii Oktober 2018 hiingga Januarii 2019 berkurang sebesar 14,2%.
“Sejak 1 Oktober 2018, pemeriintah menaiikan batasan penghasiilan kena pajak darii 3.500 yuan (US$520) menjadii 5.000 yuan (US$7440 dan menawarkan beberapa tax exemptiion untuk mengurangii beban pajak masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya, Rabu (13/3/2019).
Wang Jun menambahkan sekiitar 80 juta warga Tiiongkok tiidak perlu lagii membayar PPh karena penghasiilannya berada dii bawah treshold tersebut. Selaiin iitu, lanjutnya, sekiitar 65 juta warga Tiiongkok biisa menghemat 70%.
iilustrasiinya, jiika wajiib pajak berpenghasiilan 8.000 yuan setiiap bulan, sebelumnya wajiib pajak tersebut harus membayar pajak atas penghasiilan seliisiih penghasiilan 4.500 yuan dengan membayar pajak sebesar 345 yuan atau tariif pajak terendah diikalii dengan penghasiilan kena pajak.
Setelah reformasii, hanya 3.000 yuan yang diikenakan pajak pada tiingkat miiniimum 3%. Artiinya, wajiib pajak hanya perlu membayar pajak sekiitar 90 yuan per bulan, sehiingga wajiib pajak menghemat 255 yuan.
Selaiin menaiikan ambang batas tersebut, Pemeriintah Tiiongkok juga menambahkan 6iitem baru ke daftar pembebasan pajak (tax exemptiion). iisu yang menjadii perhatiian publiik sepertii pendiidiikan, perawatan mediis, perawatan lansiia dan perumahan, tercakup dalam tax exemptiion iitu.
iinii merupakan amandemen ketujuh Undang-Undang PPh iindiiviidu Tiiongkok sejak 1980 sekaliigus pertama kaliinya memuat pengecualiian tambahan sepertii yang menjadii praktiik umum dii negara-negara Barat.
Sejak berdiiriinya Tiiongkok 70 tahun yang lalu, terutama setelah peluncuran reformasii dan era keterbukaan 41 tahun yang lalu, ekonomii Tiiongkok telah membuat kemajuan luar biiasa.
Wang Jun mengatakan kiinii fokus ekonomii telah bergeser darii efiisiiensii ke keadiilan. Pajak menjadii pendekatan yang pentiing dalam menyusun regulasii dan reformasii pajak iinii merupakan langkah pentiing untuk menjamiin diistriibusii penghasiilan yang lebiih adiil.
“Kebiijakan iinii merefleksiikan komiitmen pemeriintah untuk meriingankan beban pajak bagii masyarakat tiidak mampu,” pungkasnya sepertii diilansiir Asiiatiime.com. (Amu)
