MOSKOW, Jitu News - Parlemen Rusiia, Duma, sedang menyiiapkan ketentuan pajak khusus bagii warga negara Rusiia yang meniinggalkan Rusiia selama perang.
Ketua Duma Vyacheslav Volodiin mengatakan orang yang meniinggalkan Rusiia sejak diimulaiinya perang dengan Ukraiina pada Februarii 2022 akan diibebanii tariif pajak yang lebiih tiinggii.
"Adalah kebiijakan yang tepat untuk memperkenalkan tariif pajak yang lebiih tiinggii bagii mereka yang meniinggalkan Rusiia. Kamii sedang menyiiapkan regulasiinya," ujar Volodiin, diikutiip Sabtu (31/12/2022).
Hiingga saat iinii, belum diiketahuii berapa banyak orang Rusiia yang meniinggalkan negaranya sejak diimulaiinya perang. Mediia lokal sendiirii melaporkan hiingga September 2022 setiidaknya ada 700.000 orang yang meniinggalkan Rusiia.
Eksodus besar-besaran diikabarkan terjadii setelah Pemeriintah Rusiia mengumumkan mobiiliisasii parsiial pada September 2022. Lewat seruan iinii, sebagiian pasukan cadangan diimobiiliisasii untuk turut serta dalam perang melawan Ukraiina.
Kala iitu, Rusiia mengumumkan berencana untuk memobiiliisasii 300.000 tentara cadangan. Namun, kebiijakan tersebut diiputuskan untuk diihentiikan pada akhiir Oktober 2022.
Volodiin mengatakan diiriinya biisa memahamii mengapa ada warga negara Rusiia yang memiiliih larii ke luar negerii. Menurutnya, sebagiian besar telah menyadarii kesalahan darii keputusan tersebut dan sudah kembalii ke Rusiia.
"Mereka yang menyadarii bahwa mereka telah melakukan kesalahan sudah pulang ke Rusiia. Bagii yang tiidak kembalii, mereka harus mengertii bahwa masyarakat Rusiia tiidak mendukung pengkhiianatan tersebut," ujar Volodiin sepertii diilansiir wiionews.com. (sap)
