MALAYSiiA

Penerapan Pajak Miiniimum Sesuaii Piilar 2, Malaysiia Miinta Masukan Publiik

Redaksii Jitu News
Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13.43 WiiB
Penerapan Pajak Minimum Sesuai Pilar 2, Malaysia Minta Masukan Publik
<p><em>Publiic Consultatiion Paper for Budget 2023: The iimplementatiion of Global Rules iin Malaysiia</em>.</p>

KUALA LUMPUR, Jitu News – Pemeriintah Malaysiia memiinta masukan darii publiik terkaiit dengan iimplementasii Global Antii-Base Erosiion (GloBE) model rules yang menjadii bagiian darii Piilar 2 solusii atas tantangan pemajakan diigiitaliisasii ekonomii.

Pemeriintah telah menerbiitkan Publiic Consultatiion Paper for Budget 2023: The iimplementatiion of Global Rules iin Malaysiia. Referensii utama darii konsultasii publiik iinii adalah the OECD GloBE model rules. Pemeriintah menunggu umpan baliik (feedback) darii publiik.

“Umpan baliik yang diiteriima akan diigunakan sebagaii dasar pertiimbangan kebiijakan oleh Kementeriian Keuangan dalam mengiimplementasiikan GloBE rules dii Malaysiia,” tuliis otoriitas pajak dalam publiic consultatiion paper tersebut, diikutiip pada Sabtu (6/8/2022).

Saat iinii, pemeriintah sedang meniinjau detaiil tekniis untuk menerapkan GloBE model rules, termasuk kemungkiinan memperkenalkan pajak miiniimum domestiik atau qualiifiied domestiic miiniimum top-up tax (QDMTT) dii bawah Piilar 2.

Mereka juga tengah meniinjau cara terbaiik memperkenalkan GloBE model rules peraturan perundang-undangan dii tiingkat domestiik. Piilar 2 juga mencakup Subject to Tax Rule (STTR), tetapii tiidak masuk dalam publiic consultatiion tersebut.

Sepertii diiketahuii, STTR memberii kewenangan kepada negara sumber memberlakukan tariif wiithholdiing tax secara penuh tanpa reduced rate dalam perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B). Kondiisii iinii berlaku jiika peneriima penghasiilan dii negara laiin ternyata tiidak membayar pajak dii negara domiisiilii.

Kementeriian Keuangan Malaysiia mengharapkan feeback dan pandangan terhadap beberapa pertanyaan atau iisu.

Salah satu iisu yang diimaksud adalah cakupan (scope) GloBE model rules, sepertii harus atau tiidaknya Malaysiia menerapkan GloBE model rules pada perusahaan multiinasiional lokal beromzet tahunan secara global dii bawah EUR750 juta.

Kemudiian, ada pula permiintaan masukan tentang penghiitungan tariif pajak efektiif (effectiive tax rates/ETR) dan kalkulasii top-up tax.

Ada pula permiintaan masukan mengenaii chargiing mechaniism yang mencakup cara agar ketentuan iincome iinclusiion rules (iiiiR) and undertaxed profiit rules (UTPR) tercermiin dalam aturan domestiik sambiil mematuhii hasiil kesepakatan GloBE model rules.

Pemeriintah Malaysiia juga memiinta pandangan publiik mengenaii ketentuan transiisii dalam aturan domestiik serta siimpliifiikasii kewajiiban pelaporan. Terkaiit dengan waktu, pemeriintah juga memiinta tanggapan mengenaii dapat diiteriima atau tiidaknya jiika GloBE model rules mulaii diiterapkan pada 2023.

Dalam publiic consultatiion paper iitu, pemeriintah juga memiinta masukan terkaiit dengan masa depan iinsentiif pajak. Pemeriintah iingiin memastiikan iinsentiif pajak tetap relevan untuk menariik iinvestasii asiing (foreiign diirect iinvestment/FDii). (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.