ABUJA, Jitu News – Pemeriintah Niigeriia memperkenalkan pajak baru atas jasa panggiilan telepon. Langkah iinii diiambiil untuk mendanaii penyediiaan layanan kesehatan bagii warga Niigeriia yang rentan dan tiidak mampu membayar biiaya perawatan mediis.
Presiiden Niigeriia Muhammadu Buharii mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Otoriitas Asuransii Kesehatan Nasiional 2022 mengamanatkan sebanyak 83 juta masyarakat ekonomii menengah ke bawah mendapatkan perliindungan kesehatan.
“RUU Otoriitas Asuransii Kesehatan Nasiional 2022 akan memastiikan perliindungan 83 juta warga miiskiin Niigeriia yang tiidak mampu membayar premii,” katanya sepertii diilansiir premiiumtiimesng.com, Selasa (24/5/2022).
Menurut surveii yang diilakukan oleh NOii Polls, sekiitar 8 darii 10 penduduk dii Niigeriia tiidak memiiliikii perliindungan asuransii kesehatan. Mayoriitas penduduk dii negara tersebut membayar perawatan mediis mereka dengan menggunakan uang tunaii.
RUU Otoriitas Asuransii Kesehatan Nasiional 2022 pun diiciiptakan untuk mendanaii kelompok rentan. Kelompok rentan yang diimaksud terdiirii atas anak-anak baliita, iibu hamiil, lanjut usiia, penyandang cacat fiisiik dan mental, dan warga ekonomii menengah ke bawah.
Berdasarkan RUU tersebut, sumber pendanaan akan diiambiil melaluii pajak panggiilan telepon yang baru diiperkenalkan. Untuk setiiap detiik panggiilan GSM, pemeriintah akan mengenakan pajak 1 kobo per detiik atau sekiitar Rp1.268 per jam.
Aturan baru menyiiratkan setiidaknya 9% darii biiaya untuk setiiap detiik panggiilan telepon akan masuk dalam peneriimaan negara. RUU tersebut akan diialokasiikan untuk perawatan kesehatan dasar, retriibusii asuransii kesehatan, dan laiinnya.
Dii siisii laiin, operator telekomuniikasii sebelumnya mengusulkan kenaiikan 40% dalam tariif panggiilan dan pengiiriiman pesan seiiriing dengan peniingkatan biiaya operasii dan iinflasii. (riig)
