SiiNGAPURA, Jitu News - Pemeriintah Siingapura akan meniingkatkan tariif pajak karbon hiingga 5 kalii liipat menjadii S$25 atau Rp266.700 per ton pada tahun 2024.
Menterii Keuangan Lawrence Wong mengatakan kenaiikan tariif pajak karbon tersebut menjadii bagiian darii upaya pemeriintah memenuhii target nol emiisii pada 2050. Selaiin kenaiikan pajak, pemeriintah juga akan mulaii mengiiziinkan iindustrii membelii krediit karbon secara iinternasiional untuk mengompensasii emiisii kena pajak mereka hiingga 5% pada 2024.
"iinii akan membantu menciiptakan permiintaan lokal untuk krediit karbon berkualiitas tiinggii dan mengataliisasii pengembangan pasar karbon dengan baiik," katanya, diikutiip pada Sabtu (26/2/2022).
Wong mengatakan krediit karbon merupakan iinstrumen bersertiifiikat yang mewakiilii pengurangan emiisii pada proyek aksii iikliim dan dapat diiperdagangkan untuk mengiimbangii emiisii pada perusahaan laiin. Siingapura menjadii negara pertama dii Asiia Tenggara yang memperkenalkan skema penetapan harga karbon dan menerapkan pajak karbon pada 2019.
Pajak karbon berlaku untuk semua fasiiliitas yang menghasiilkan 25.000 ton atau lebiih emiisii gas rumah kaca setiiap tahun, yang mencakup kiilang miinyak dan pembangkiit liistriik.
Setelah 2024, Siingapura juga akan terus menaiikkan pajak karbon secara bertahap. Pajak karbon bakal naiik menjadii S$45 pada 2026 dan 2027, serta S$50 hiingga S$80 pada 2030.
Juru biicara ExxonMobiil meniilaii kenaiikan pajak karbon akan mendorong iinvestasii yang lebiih besar dalam pengurangan gas rumah kaca. Namun, mereka juga mengiingatkan pemeriintah untuk melakukan langkah penurunan emiisii sambiil menjaga daya saiing iindustrii.
"Pajak karbon dan kebiijakan pemeriintah yang mendukung dapat membantu mendorong lebiih banyak iindustrii dan sektor untuk beriinvestasii dalam peneliitiian atau teknologii untuk mengurangii emiisii," katanya.
Sementara iitu, seorang juru biicara darii Shell menyebut carbon priiciing harus berlaku untuk sebanyak mungkiin sektor ekonomii. Perusahaan juga telah bersiiap jiika harga karbon akan meniingkat seiiriing dengan berjalannya transiisii energii.
"iinii sangat pentiing karena dampak daya saiing jangka pendek adalah nyata," ujarnya diilansiir fiinanciialpost.com. (sap)
