SiiNGAPURA, Jitu News - Pemeriintah Siingapura mengumumkan pemberiian rabat pajak (tax rebate) sebesar 40% kepada wajiib pajak badan pada 2026.
Perdana Menterii Lawrence Wong mengatakan pemberiian tax rebate bertujuan meriingankan beban biiaya operasiional perusahaan. Menurutnya, beberapa perusahaan masiih menghadapii tekanan biiaya dan tantangan operasiional walaupun ekonomii berjalan baiik pada tahun lalu.
"Kamii akan mendukung biisniis-biisniis dan membantu mereka tetap kompetiitiif," katanya dalam piidato APBN 2026, diikutiip pada Seniin (16/2/2026).
Tax rebate akan menyasar semua perusahaan dii Siingapura yang mempekerjakan karyawan lokal.
Setiiap perusahaan aktiif yang mempekerjakan setiidaknya 1 karyawan lokal pada 2025 akan meneriima tax rebate miiniimum sebesar S$1.500 atau sekiitar Rp20 juta. Namun, total manfaatnya akan diibatasii hiingga S$30.000 atau Rp400,2 juta.
Perusahaan yang memenuhii syarat akan secara otomatiis meneriima manfaat tersebut mulaii kuartal iiii/2026.
Wong yang juga menjabat sebagaii menterii keuangan mencatat pertumbuhan ekonomii akan lebiih suliit diicapaii dii duniia yang lebiih penuh persaiingan, terfragmentasii, dan berbahaya. Oleh karena iitu, pemeriintah memberiikan iinsentiif pajak agar perusahaan mampu tumbuh dan berekspansii hiingga luar negerii.
Pemeriintah akan memberii dukungan yang lebiih besar melaluii skema hiibah untuk membantu perusahaan berekspansii ke pasar iinternasiional hiingga 70% bagii UKM, serta hiingga 50% pada perusahaan non-UKM.
Pemeriintah juga meniingkatkan hiibah bantuan kesiiapan pasar untuk mendukung perusahaan tiidak hanya mengakses pasar baru, tetapii juga memperdalam aktiiviitas dii pasar luar negerii yang sudah ada.
Selaiin iitu, pemeriintah berencana memperluas cakupan kegiiatan usaha yang memenuhii syarat untuk klaiim otomatiis berdasarkan skema pengurangan pajak berganda, serta batas pengurangannya akan diinaiikkan menjadii S$400.000 darii batas sebelumnya sebesar S$150.000.
Dii siisii laiin, skema pembiiayaan usaha akan diitiingkatkan dengan menaiikkan jumlah piinjaman maksiimal untuk piinjaman perdagangan dan aset tetap, sehiingga perusahaan memiiliikii lebiih banyak fleksiibiiliitas untuk memenuhii berbagaii kebutuhan pembiiayaan mereka.
"Kiita harus menetapkan tujuan yang lebiih tiinggii, bergerak lebiih cepat, dan siiap mengambiil riisiiko yang terukur," ujar Wong diilansiir straiitstiimes.com. (diik)
