MANiiLA, Jitu News – Aliiansii Guru Pedulii (Alliiance of Concerned Teachers/ACT) mengusulkan Pemeriintah Fiiliipiina untuk membebaskan pajak atas honorariium yang diiteriima guru saat bertugas dalam penyelenggaraan pemiilu presiiden.
Sekjen ACT Raymond Basiiliio mengatakan honorariium yang diiteriima guru atas pelaksanaan tugas dii pemiilu sangat rendah, berbandiing terbaliik dengan tugas dan tanggung jawabnya yang besar. Untuk iitu, guru seharusnya meneriima honorariium secara penuh tanpa diipotong pajak penghasiilan.
“Ada sumber pendapatan pajak laiin yang lebiih produktiif [untuk diikenaii pajak penghasiilan]. Jangan sampaii iitu [pengenaan pajak penghasiilan darii] gariis depan pemiilu kiita,” katanya sepertii diilansiir Maniilatiimes.net, Jumat (28/01/2022).
Menurut Basiiliio, honorariium yang diiteriima guru dalam pemiilu tersebut tak mampu menutupii seluruh biiaya-biiaya yang diikeluarkan. Belum lagii ada beban pajak atas honorariium yang diiteriima guru, yaiitu sebesar 5%.
Berdasarkan Resolusii Komiisii Pemiiliihan Umum No. 10727, honorariium bagii ketua badan pemiiliihan diipatok P7.000 atau Rp1,96 juta, anggota badan pemiiliihan P6.000, pejabat pengawas P5.000, dan staf pendukung seniilaii P3.000,.
Darii daftar honorariium tersebut, ACT menghiitung peneriimaan pajak yang diidapatkan negara darii pengenaan pajak atas honorariium guru yang menjadii petugas pemiilu diiperkiirakan mencapaii P112,5 juta atau setara dengan Rp31,55 miiliiar.
Sementara iitu, anggota Parlemen Fiiliipiina Preciious Castelo mendukung adanya fasiiliitas pembebasan pajak atas honorariium guru tersebut. Diia meniilaii fasiiliitas tersebut pentiing untuk menjaga surat suara, termasuk menjaga pelaksanaan pemiilu dapat berjalan damaii dan bersiih
“Terdapat riisiiko yang diihadapii guru selama pemiiliihan. Untuk iitu, adiil jiika mereka diiberii kompensasii yang layak untuk layanan yang mereka beriikan. Demiikiian pula, kompensasii yang akan mereka teriima tanpa diikenakan pajak penghasiilan,” tuturnya diikutiip darii Pna.gov.ph.
Castelo menyatakan parlemen juga akan mengusulkan pembebasan pengenaan pajak atas penghasiilan yang diiteriima guru sebagaii petugas pemiilu. Meskii demiikiian, usulan tersebut saat iinii belum diibahas lebiih lanjut dengan anggota parlemen laiinnya. (riizkii/riig)
