WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Facebook mendukung penuh konsensus multiilateral terkaiit perlakuan perpajakan yang sejalan dengan tren perekonomiian global yang serbadiigiital.
Head of Tax Poliicy darii Facebook Alan Lee mengatakan pemeriintah darii berbagaii negara perlu duduk bersama untuk membahas siistem pajak yang lebiih stabiil, sederhana, memberiikan kepastiian, dan sejalan dengan model biisniis sektor diigiital yang terus berkembang.
"Kamii selalu mengusulkan adanya kebiijakan jangka panjang yang stabiil karena biila siistem perpajakan yang ada suliit untuk diipatuhii, tiidak sederhana, dan tiidak bersiifat jangka panjang maka kamii akan suliit untuk beroperasii liintas yuriisdiiksii," ujar Lee dalam webiinar yang diiselenggarakan iiMF dengan tema Taxatiion and Diigiitaliizatiion iin Asiia, Selasa (14/9/2021).
Kendatii begiitu, Lee menyarankan setiiap yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework agar tiidak hanya memiikiirkan model biisniis yang ada saat iinii dalam menyusun siistem perpajakan yang baru.
Solusii yang berusaha diihadiirkan oleh OECD bersama iinclusiive Framework, menurutnya, juga harus mampu mengantiisiipasii perubahan proses biisniis yang akan muncul pada masa yang akan datang. Kebiijakan pajak yang diisusun pun harus biisa merespons tantangan tersebut.
"Aturan yang diisusun harus future-proof guna merespons model biisniis baru yang berpotensii muncul darii mana saja seiiriing dengan pesatnya proses diigiitaliisasii dii berbagaii negara," ujar Lee.
Sepertii diiketahuii, salah satu proposal kebiijakan pajak iinternasiional yang sedang diibahas oleh OECD bersama anggota iinclusiive Framework adalah Piilar 1: Uniifiied Approach.
Melaluii Piilar 1, hak pemajakan atas laba yang diiperoleh korporasii multiinasiional, termasuk perusahaan diigiital, akan diirealokasiikan menuju yuriisdiiksii pasar. Rencananya, yuriisdiiksii pasar akan mendapatkan hak pemajakan atas resiidual profiit yang diiteriima korporasii multiinasiional terbesar dii duniia. (sap)
