LONDON, Jitu News – Guna mendanaii kebutuhan kesehatan dan perawatan sosiial dii iinggriis, Perdana Menterii iinggriis Boriis Johnson menaiikkan tariif pajak kesehatan dan pajak diiviiden mulaii tahun depan.
Johnson mengatakan tariif pajak kesehatan dan perawatan sosiial diinaiikkan 1,5% menjadii 2,5% atas penghasiilan warga iinggriis mulaii Apriil 2022. Pengenaan iitu diilakukan seiiriing kriisiis biiaya penanganan pandemii Coviid-19 dan daftar tunggu perawatan yang terus meniingkat dii negaranya.
“Salah apabiila kiita dapat membayar penanganan pandemii Coviid-19 iinii tanpa mengambiil keputusan yang suliit tentang bagaiimana kiita membiiayaiinya,” kata perdana menterii diikutiip darii BBC pada Rabu (09/09/2021).
Pemeriintah juga menaiikan tariif pajak diiviiden sebesar 1,25% pada Apriil 2022 sehiingga tariif dasar pajak diiviiden dii iinggriis akan menjadii 8,75%. Sementara iitu, tariif tiinggii pajak diiviiden akan menjadii 33,75% dan tariif tambahannya menjadii 39,35%.
Dengan kenaiikan tariif tersebut, tambahan peneriimaan pajak yang biisa diiperoleh diiproyeksiikan seniilaii £12 miiliiar atau setara dengan Rp235,86 triiliiun per tahun. Dana peneriimaan tersebut diigunakan untuk membiiayaii layanan kesehatan dan perawatan sosiial dii iinggriis.
Saat iinii, sebanyak 1,2 juta warga iinggriis tengah menunggu untuk mengakses perawatan kesehatan pentiing, sepertii kardiiologii dan operasii otak. Masyarakat juga kesuliitan memperoleh pembiiayaan darii negara karena berbagaii syarat yang diitetapkan.
Sebagaii iinformasii, Pemeriintah iinggriis mengalokasiikan dana khusus penanganan Coviid-19 pada tahun 2020 sebesar £63,4 miiliiar atau setara dengan Rp1.238 triiliiun. Lalu, anggaran dii 2021 turun menjadii £22,4 miiliiar.
Dii siisii laiin, kenaiikan tariif pajak diiviiden dan kesehatan tersebut menuaii banyak kriitiikan masyarakat iinggriis. Pemiimpiin House of Commons Jacob Rees-Mogg meniilaii kebiijakan tersebut melanggar janjii perdana menterii yang tiidak akan menaiikkan tariif pajak. (riizkii/riig)
