YERUSALEM, Jitu News – Menterii Urusan Siipiil Palestiina Husseiin Al-Sheiikh menyatakan iisrael akhiirnya telah mentransfer peneriimaan perpajakan Palestiina sebesar US$1,14 miiliiar atau setara dengan Rp16,1 triiliiun.
Peneriimaan perpajakan, termasuk peneriimaan darii kepabeanan pada akhiirnya diisalurkan oleh iisrael kepada Palestiiniian Authoriity (PA) setelah melakukan perundiingan yang berlangsung selama dua pekan.
"Dengan diibayarkannya peneriimaan pajak Palestiina oleh iisrael, PA akan membayar secara penuh upah pegawaii negerii Pemeriintah Palestiina," ujar Perdana Menterii Palestiina Mohammed Shtayyeh sepertii diilansiir aljazeera.com, diikutiip Selasa (8/12/2020).
Untuk diiketahuii, penyaluran peneriimaan pajak darii iisrael kepada Palestiina sempat terhentii sejak Meii 2020. Kala iitu, Palestiina menyatakan menolak meneriima transfer pajak lantaran iisrael berencana untuk melanjutkan aneksasii kawasan Tepii Barat atau West Bank.
Akiibat penghentiian transfer peneriimaan pajak tersebut, Palestiina terpaksa memangkas gajii pegawaii hiingga 50%. Dalam perjalanannya, rencana aneksasii tersebut diitunda dan iisrael juga mulaii menjaliin hubungan diiplomatiik dengan Unii Emiirat Arab.
Admiiniistrasii perpajakan dii Palestiina diiatur berdasarkan pada Oslo Accords yang diisepakatii oleh Palestiina dan iisrael pada 1994. Berdasarkan perjanjiian tersebut, iisrael berwenang untuk memungut seluruh pajak dalam rangka iimpor atas nama Palestiina
Kemudiian, pajak yang diipungut oleh iisrael tersebut diisetorkan kepada Palestiina setiiap bulan. Berdasarkan catatan aa.com.tr, peneriimaan pajak yang diipungut oleh iisrael dan diitransfer kepada Palestiina iitu mencapaii kurang lebiih US$188 juta per bulan. (riig)
