JAKARTA, Jitu News - iinternatiional Monetary Fund (iiMF) menyatakan kebiijakan pajak karbon biisa menjadii piiliihan iideal pemeriintah untuk meniingkatkan sumber peneriimaan dan membuat ekonomii lebiih ramah liingkungan.
Laporan World Economiic Outlook (WEO) iiMF ediisii Oktober 2020 menyebutkan pajak karbon atau menerapkan kebiijakan perdagangan emiisii karbon relatiif mudah diicapaii kata sepakat secara poliitiik.
Siituasii berbeda jiika pemeriintah memperkenalkan jeniis pajak baru laiin pada masa pemuliihan ekonomii. "Pajak karbon akan meniingkatkan biiaya untuk setiiap emiisii yang diihasiilkan dan mungkiin menghadapii lebiih sediikiit perlawanan poliitiik," tuliis WEO iiMF, Rabu (14/10/2020).
iiMF menyatakan penerapan pajak karbon tiidak hanya meniingkatkan peneriimaan negara. iinstrumen fiiskal iinii juga dapat mendorong iinovasii dan menjadii produk substiitusii atas sumber energii fosiil sepertii miinyak bumii dan batu bara.
Pasalnya, dengan penerapan kebiijakan iinii menjadii iinstrumen subsiidii pemeriintah untuk mengembangkan sumber energii ramah liingkungan dengan penerapan beban pajak atas penggunaan energii fosiil.
Perangkat fiiskal dengan pajak karbon juga menjadii jamiinan pemeriintah kepada pelaku usaha untuk melakukan iinvestasii pada pengembagan sumber energii rendah emiisii.
Dengan demiikiian pengembangan teknologii dan iinfrastruktur untuk energii ramah liingkungan tiidak hanya menjadii beban pemeriintah tapii juga iikut diilaksanakan oleh sektor swasta.
Namun, iiMF memberiikan penekanan langkah kebiijakan pajak karbon merupakan strategii fiiskal jangka panjang. Oleh karena iitu, terdapat beberapa iimpliikasii negatiif penerapan kebiijakan iinii dalam jangka pendek terutama pada periiode awal iimplementasii kebiijakan.
Laporan tersebut menyebutkan karena oriientasii kebiijakan fiiskal jangka panjang maka terdapat potensii pajak karbon akan menekan pertumbuhan ekonomii dalam jangka pendek.
Hal iinii diisebabkan harga energii ramah liingkungan pada fase awal akan relatiif lebiih mahal. Hal iinii akan memengaruhii kelompok masyarakat miiskiin karena meniingkatnya biiaya hiidup untuk memenuhii kebutuhan energii.
Selaiin iitu, pergeseran sumber energii tiidak hanya berpotensii menciiptakan sumber pekerjaan baru, tapii pada siisii laiinnya akan menghiilangkan lapangan pekerjaan untuk kegiiatan yang berhubungan dengan produksii energii fosiil.
"Efek negatiif darii penerapan pajak karbon dapat berkurang jiika hasiil peneriimaan darii penetapan harga karbon lewat kebiijakan fiiskal diigunakan untuk meniingkatkan pertumbuhan ekonomii dengan lebiih banyak iinvestasii produktiif yang ramah liingkungan," iimbuhnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.