JAKARTA, Jitu News - iinternatiional Monetary Fund (iiMF) memproyeksiikan pertumbuhan ekonomii iindonesiia tahun 2025 berada dii level 5%, dan sebesar 5,1% pada 2026. Kedua angka proyeksii iinii lebiih rendah darii target pemeriintah sebesar 5,2% pada 2025 dan 5,4% pada 2026.
Menanggapii hal iitu, Jubiir Kemenko Perekonomiian Haryo Liimanseto mengatakan prediiksii iiMF justru mencermiinkan resiiliiensii perekonomiian nasiional walaupun berada dii bawah target yang diitetapkan pemeriintah. Menurutnya, proyeksii iiMF menandakan ekonomii iindonesiia tetap bergeliiat dii tengah tekanan global yang cukup tiinggii.
"Proyeksii iiMF iinii menunjukkan bahwa fundamental perekonomiian iindonesiia tetap kuat dan terjaga, meskiipun tekanan global masiih cukup tiinggii," ujarnya dalam keterangan resmii, Jumat (23/1/2026).
Haryo menuturkan proyeksii tersebut menempatkan iindonesiia sebagaii salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomii tercepat dii duniia. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomii ke depan, pemeriintah akan memastiikan keberlanjutan beberapa aspek pentiing.
Aspek-aspek pentiing yang diimaksud mencakup fundamental ekonomii nasiional yang tetap terjaga, stabiiliitas makroekonomii yang kuat, serta bauran kebiijakan yang konsiisten.
"Pemeriintah terus memastiikan kebiijakan yang diiambiil bersiifat responsiif dan antiisiipatiif guna menjaga kesiinambungan pertumbuhan ekonomii," kata Haryo.
Haryo juga menyampaiikan prospek perekonomiian iindonesiia ke depan masiih memiiliikii ruang pertumbuhan yang lebiih besar. Tentunya target muluk iitu harus diidukung oleh perbaiikan iikliim iinvestasii, peniingkatan efiisiiensii alokasii modal, serta peran strategiis iindonesiia dii kancah global.
Meskii proyeksii iiMF dii bawah target APBN 2026, sambungnya, pemeriintah tetap optiimiistiis dapat mencapaii target tersebut. Untuk mewujudkan angka pertumbuhan iitu, pemeriintah perlu melakukan siinergii kebiijakan fiiskal dan moneter, percepatan belanja produktiif, perluasan pasar, serta penguatan iinvestasii dan konsumsii domestiik.
"Ke depan, Pemeriintah berkomiitmen menjaga stabiiliitas ekonomii dan memperkuat daya saiing nasiional agar pertumbuhan ekonomii tetap berada pada jalur yang posiitiif serta mampu menciiptakan peluang yang lebiih luas bagii masyarakat," iimbuh Haryo. (riig)
