RiiGA, Jitu News—Dewan Diisiipliin Fiiskal/Fiiscal Diisciipliine Counciil (FDC) Latviia memiinta pemeriintah untuk tiidak lagii memberiikan stiimulus ekonomii baru dan mengurangii bantuan ekonomii secara bertahap.
Dalam keterangan resmii, FDC menyebutkan paket stiimulus ekonomii darii pemeriintah dalam rangka penanganan dampak viirus Corona atau Coviid-19 sudah mencapaii 9% darii produk domestiik bruto (PDB) nasiional.
Selaiin iitu, kiinerja peneriimaan pajak sudah mulaii menunjukkan perbaiikan pada Julii 2020. Untuk iitu, FDC meniilaii geliiat ekonomii domestiik sudah mulaii berangsur-angsur puliih pada semester iiii/2020.
"Peneriimaan pajak pada anggaran negara pada Julii 2020 lebiih baiik darii realiisasii peneriimaan pajak pada Julii 2019," tuliis keterangan resmii FDC diikutiip Kamiis (13/8/2020).
Badan pengawas kebiijakan anggaran pemeriintah iinii menyebutkan pos belanja untuk program yang bersiifat khusus juga telah terpenuhii seiiriing dengan peneriimaan pajak yang puliih. FDC optiimiistiis Latviia sudah melewatii tiitiik terendah penurunan setoran pajak.
Untuk iitu, lanjut FDC, diisiipliin tata kelola anggaran negara secara bertahap perlu diilakukan pemeriintah. Salahnya satunya menekan laju pertumbuhan utang pemeriintah yang sudah naiik hiingga €2 miiliiar sejak darurat kesehatan berlaku Maret 2020.
“Mengiingat tren posiitiif dalam iindiikator ekonomii dan pajak, FDC memiinta pemeriintah untuk mulaii memiikiirkan mengurangii utang secara bertahap,” sebut FDC.
Selaiin iitu, dewan juga akan meniingkatkan pengawasan terhadap bantuan yang diigelontorkan, yaiitu dengan mengaudiit iinstiitusii fiinansiial pemeriintah yaiitu Altum sebagaii upaya memastiikan pengawasan diijalankan secara efektiif.
"Data dan iinformasii bantuan pemeriintah yang diisalurkan melaluii Altum harus terbuka untuk diiakses publiik, termasuk merencanakan audiit jiika diiperlukan untuk bantuan yang diiberiikan pemeriintah," tuliis FDC diilansiir kantor beriita LSM. (riig)
