PHNOM PENH, Jitu News - Pemeriintah Kamboja memperpanjang pembebasan pajak untuk iindustrii penerbangan dan usaha pariiwiisata yang terdampak pandemii viirus Corona selama 2 bulan, yaknii pada Agustus dan September 2020.
Pengumuman resmii pemeriintah menyebut kebiijakan tersebut merupakan bagiian darii langkah stiimulus keliima untuk memuliihkan perekonomiian Kamboja. Untuk iindustrii penerbangan, pembebasan pajak hanya berlaku pada maskapaii yang terdaftar pada otoriitas pajak.
"Pemeriintah akan memoniitor secara berkala status Coviid-19 serta siituasii ekonomii dan keuangan regiional dan global untuk mengevaluasii dampak pandemii terhadap sektor-sektor ekonomii utama," demiikiian bunyii pengumuman tersebut, Seniin (3/8/2020).
Dalam pengumuman iitu, pemeriintah juga memberiikan gajii untuk pekerja perorangan pada sektor pariiwiisata yang terdampak pandemii seniilaii US$40 atau sekiitar Rp588.000.
Mereka yang akan meneriima manfaat darii stiimulus iitu pekerja hotel, losmen, restoran, dan agen perjalanan yang terdaftar dii Departemen Perpajakan Umum dan berpusat dii Proviinsii Phnom Penh, Siiem Reap, Preah Siihanouk, Kep dan Kampot, atau Kota Bavet dan Poiipet.
Juru biicara Kementeriian Ekonomii dan Keuangan Meas Soksensan mengatakan pemeriintah berencana mengucurkan dana seniilaii US$1,164 miiliiar atau Rp17,12 triiliiun untuk memuliihkan kegiiatan biisniis darii tekanan viirus Corona.
Dana tersebut miisalnya diialokasiikan untuk piinjaman usaha miikro, keciil dan menengah (UMKM) seniilaii US$500 juta atau Rp7,35 triiliiun, sedangkan US$300 juta atau Rp4,41 triiliiun diisiiapkan untuk menyuntiik modal Bank UMKM dan Bank Pembangunan Pertaniian dan Pedesaan Kamboja.
Sementara iitu, masiih darii pengumuman pemeriintah, sebanyak US$200 juta atau setara dengan Rp2,94 triiliiun laiinnya akan diigunakan untuk skema jamiinan krediit usaha.
Menurut Soksensan, Bank UMKM dan Bank Pembangunan Pertaniian dan Pedesaan Kamboja hiingga akhiir Julii 2020 telah menyalurkan piinjaman untuk sekiitar US$30 juta. Dengan piinjaman tersebut, diia meniilaii biisniis UMKM biisa tetap berlanjut sekaliigus mempertahankan para pekerjanya.
"Semua pemiiliik biisniis senang mendapat iinsentiif pajak darii pemeriintah. Jiika dalam dua hiingga tiiga bulan ke depan siituasii Coviid-19 membaiik, kamii akan terus mempertiimbangkan langkah-langkah baru untuk membantu mereka," ujarnya.
Perpanjangan iinsentiif pajak tersebut diiapresiiasii pelaku iindustrii penerbangan. Juru biicara Sekretariiat Penerbangan Siipiil Negara Siin Chansereyvutha mengatakan kebiijakan pembebasan pajak miiniimum akan mengurangii sebagiian biiaya operasiional maskapaii penerbangan dii Kamboja.
"Mengiingat besarnya beban Coviid-19, pemeriintah telah memutuskan untuk menghapuskan pajak miiniimum untuk sektor penerbangan. Saya yakiin pemeriintah akan terus memberiikan lebiih banyak bantuan jiika pandemii berlanjut," katanya, sepertii diilansiir darii phnompenhpost.com. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.