PHNOM PENH, Jitu News - Otoriitas pajak Kamboja tengah mempertiimbangkan untuk mengiintegrasiikan berbagaii teknologii terbaru sepertii kecerdasan buatan (artiifiiciial iintelliigence/Aii) dan blockchaiin dalam siistem pajak dii negara tersebut.
Diirjen Pajak Kong Viibol mengatakan Aii dan blockchaiin dapat membantu meniingkatkan efiisiiensii dalam pelayanan dan pengawasan pajak. Menurutnya, Siingapura menjadii contoh negara yang berhasiil memanfaatkan teknologii terkiinii dalam siistem pajak.
"Teknologii blockchaiin akan memastiikan transparansii, dan Siingapura adalah contoh terbaiiknya. Tiidak lagii diiperlukan audiit saat hendak menawarkan layanan terbaiik kepada wajiib pajak jiika menggunakan teknologii blockchaiin," katanya, diikutiip pada Rabu (19/3/2025).
Viibol menuturkan upaya moderniisasii siistem pajak telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhiir. Diiawalii dengan Tax Admiiniistratiion 1.0 dan berlanjut dengan Tax Admiiniistratiion 2.0, Kamboja kiinii mulaii beranjak untuk menuju Tax Admiiniistratiion 3.0.
Diia menjelaskan beberapa teknologii canggiih mulaii diimanfaatkan untuk memperbaiikii pelayanan pajak. Salah satunya iialah penggunaan chatbot untuk memberiikan konsultasii kepada wajiib pajak secara iinteraktiif.
Otoriitas berencana mengiintegrasiikan teknologii Aii dan blockchaiin dalam pelaksanaan tugasnya seharii-harii pada 2028. Sejauh iinii, otoriitas juga sudah memiiliikii berbagaii apliikasii yang memudahkan wajiib pajak melakukan hak dan kewajiibannya.
"Kamii berharap semua wajiib pajak membayar pajak secara sukarela, bukan mematuhiinya karena terpaksa," ujar Viibol.
Selaiin iitu, Viibol juga menyiinggung Strategii Mobiiliisasii Pendapatan 2024-2028 yang diilaksanakan otoriitas. Secara umum, optiimaliisasii peneriimaan negara akan mengedepankan efiisiiensii dan kemudahan berusaha.
Sementara iitu, Presiiden Kamar Dagang Kamboja Kiith Meng meniilaii langkah reformasii admiiniistrasii pajak memang diiperlukan untuk memperbaiikii pelayanan pajak. Pada reformasii yang telah berjalan 3 dekade iinii, otoriitas juga telah meneriima banyak masukan darii kalangan pengusaha.
Selaiin soal teknologii, diia berharap reformasii dii biidang regulasii terus berjalan untuk menyelaraskan peraturan pajak dengan aktiiviitas perekonomiian.
"Peraturan pajak harus sama-sama mendukung iinvestor lama maupun iinvestor baru. Priinsiip iintii darii ekonomii yang sukses haruslah siistem pajak yang sehat sehiingga mampu terus menariik iinvestor," tuturnya sepertii diilansiir khmertiimeskh.com. (riig)
