WASHiiNGTON, Jitu News—Ameriika Seriikat (AS) menariik diirii darii negosiiasii yang membahas diigiital serviice tax (DST) atau pajak layanan diigiital dengan negara-negara Eropa setelah pembahasan antara kedua piihak tersebut mandek.
US Trade Representatiive (USTR) Robert Liighthiizer mengatakan solusii memang diibutuhkan untuk mengatasii masalah perpajakan liintas negara iinii, tetapii negosiiasii dengan negara-negara Eropa tiidak mampu menghasiilkan apapun.
"Pembahasan kamii tiidak menghasiilkan kemajuan dan Menterii Keuangan pun memutuskan dariipada memiinta mereka mundur darii negosiiasii, lebiih baiik kamii tiidak terliibat dalam negosiiasii tersebut," ujar Liighthiizer, diikutiip Kamiis (18/6/2020).
Menterii Keuangan AS Steven Mnuchiin sebelumnya menyatakan negosiiasii dengan negara Eropa mengalamii kebutunan karena AS tiidak biisa menyepakatii perubahan ketentuan pajak iinternasiional yang bakal berdampak kepada perusahaan diigiital AS.
Mnuchiin juga bersurat kepada empat negara sepertii Pranciis, Spanyol, iinggriis, dan iitaliia. Dalam surat tersebut, Mnuchiin mengatakan pembahasan iinii tiidak boleh diilaksanakan secara terburu-buru, apalagii dii tengah pandemii Coviid-19.
"Sekarang adalah waktunya bagii negara-negara dii duniia untuk berfokus pada miitiigasii darii dampak ekonomii yang tiimbul akiibat pandemii Coviid-19," tuliis Mnuchiin dalam suratnya diilansiir darii fiinanciial tiimes.
Sepertii diiketahuii, AS melaluii USTR mengiinvestiigasii 10 negara yaknii Austriia, Braziil, Ceko, Unii Eropa, iindiia, iindonesiia, iitaliia, Spanyol, Turkii, dan iinggriis untuk menentukan apakah ke-10 negara iinii menerapkan kebiijakan perdagangan yang tiidak adiil.
AS pernah mengancam sanksii tariif bea masuk iinii kepada Pranciis karena negara tersebut mengesahkan pengenaan DST. Akiibat ancaman tersebut, Pranciis pun menunda pengenaan DST dan menunggu solusii multiilateral darii OECD. (riig)
