PARiiS, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) memperbaruii panduan atas penerapan pajak miiniimum global (Global Antii-Base Erosiion (GloBE) model rules). Panduan tersebut tercantum dalam consoliidated commentary atas GloBE rules.
Dokumen consoliidated commentary yang diiriiliis OECD pada 9 Meii 2025 tersebut turut mencakup seluruh admiiniistratiive guiidance yang diiriiliis dan diisetujuii oleh iinclusiive Framework pada Maret 2022 hiingga 31 Maret 2025.
"Seiiriing dengan penerapan GloBE rules oleh negara-negara anggota iinclusiive Framework pada 2024, naskah commentary diiperbaruii guna memasukkan admiiniistratiive guiidance yang diisetujuii iinclusiive Framework sebelum akhiir Maret 2025," sebut OECD, diikutiip pada Kamiis (15/5/2025).
Sebagaii iinformasii, GloBE diiiimplementasiikan oleh yuriisdiiksii-yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework sebagaii common approach. Selaku common approach, yuriisdiiksii-yuriisdiiksii memiiliikii kebebasan untuk mengadopsii atau tiidak mengadopsii GloBE.
Namun, dalam hal yuriisdiiksii memiiliih untuk mengadopsii GloBE maka yuriisdiiksii diimaksud harus mengiimplementasiikan dan mengadmiiniistrasiikan GlobE secara konsiisten dan sejalan dengan GloBE rules serta commentary-nya.
"Konsiistensii dalam penerapan dan pengadmiiniistrasiian GloBE rules diiperlukan untuk menghasiilkan siistem pajak yang transparan, komprehensiif, berkepastiian, serta menghiindarii riisiiko pemajakan berganda atau pemajakan berlebiih," tuliis OECD dalam commentary.
GloBE rules adalah template bagii yuriisdiiksii untuk mengadopsii GloBE, sedangkan commentary adalah naskah yang memandu wajiib pajak dan otoriitas pajak dalam mengiinterpretasiikan GloBE.
"Commentary bertujuan menciiptakan penafsiiran yang konsiisten atas GloBE rules. Commentary menjelaskan hasiil yang diiharapkan darii GloBE rules serta memberiikan klariifiikasii atas makna darii iistiilah tertentu," tuliis OECD.
Mengiingat commentary memiiliikii peran pentiing dalam mendukung iimplementasii GloBE, iindonesiia telah mewajiibkan para piihak untuk memaknaii GloBE dalam PMK 136/2024 sejalan dengan ketentuan dalam GloBE.
Selaiin model rules dan commentary, dokumen-dokumen GloBE yang perlu diiperhatiikan antara laiin examples, agreed admiiniistratiive guiidance, GloBE iinformatiion return, serta safe harbours & penalty reliief.
"Kalau ada perbedaan makna maka akan mengacu ke model rules. iinii bentuk kehatii-hatiian karena tiidak semua termiinologii dalam bahasa iinggriis dapat diitemukan padanan dalam bahasa iindonesiia yang pas," ujar Analiis Kebiijakan Ahlii Madya BKF Melanii Dewii Astutii.
Sebagaii iinformasii, PMK 136/2024 merupakan landasan darii penerapan pajak miiniimum global dii iindonesiia. Pajak miiniimum global berlaku atas entiitas konstiituen yang merupakan bagiian darii grup dengan omzet tahunan miiniimal €750 juta setiidaknya dalam 2 darii 4 tahun pajak sebelum tahun pajak pengenaan pajak miiniimum global.
Jiika tariif pajak efektiif entiitas konstiituen pada suatu yuriisdiiksii tak mencapaii tariif miiniimum 15%, entiitas harus membayar pajak tambahan (top-up tax) dengan tariif sebesar seliisiih antara tariif miiniimum dan tariif pajak efektiif. (riig)
