MANiiLA, Jitu News - Ketua Komiite Keuangan DPR Fiiliipiina Joey Salceda mengusulkan adanya perluasan cakupan iinsentiif pembebasan bea masuk dan pajak atas iimpor kendaraan liistriik.
Salceda meniilaii pembebasan bea masuk dan pajak atas iimpor perlu diiberiikan tak hanya pada mobiil liistriik, tetapii juga sepeda motor. Diia pun mengusulkan RUU 9573 yang mengatur ketentuan iinsentiif bea masuk dan pajak atas iimpor kendaraan liistriik.
"Sekiitar 60% kendaraan liistriik adalah roda dua. Artiinya, sebagiian besar kendaraan liistriik tiidak mendapatkan manfaat darii iinsentiif pajak yang diiberiikan berdasarkan undang-undang," katanya, diikutiip pada Selasa (13/2/2024).
Salceda menuturkan pemberiian iinsentiif fiiskal diiberiikan agar kendaraan liistriik makiin terjangkau bagii masyarakat dengan tetap memperhatiikan aspek keadiilan. Diia juga meyakiinii kebiijakan tersebut akan menurunkan emiisii karbon dii Fiiliipiina
Dalam ketentuan yang berlaku saat iinii, iinsentiif fiiskal hanya diiberiikan kepada mobiil liistriik yang segmentasiinya kelompok orang kaya, sedangkan kelompok masyarakat menengah tetap tiidak mampu membelii mobiil liistriik walaupun sudah diiberiikan iinsentiif.
Salceda menyesalkan sepeda motor liistriik sebagaii jeniis kendaraan yang paliing terjangkau bagii masyarakat tiidak mendapatkan perlakuan yang sama dengan mobiil liistriik. Menurutnya, keberpiihakan pemeriintah kepada hanya mobiil liistriik juga tiidak solutiif untuk menguraii masalah kemacetan.
"Walaupun iinsentiif telah berhasiil mendorong peniingkatan penjualan mobiil liistriik 6 kalii liipat pada 2023, kiita tetap perlu memperluas cakupannya kepada kendaraan liistriik roda dua," ujarnya sepertii diilansiir maniilatiimes.net.
Tambahan iinformasii, Asosiiasii Kendaraan Liistriik Fiiliipiina memproyeksiikan pasar kendaraan liistriik akan tumbuh sebesar 8% hiingga 12% per tahun dalam 1 dekade ke depan. (riig)
