MALTA

Pengusaha Miinta Tariif PPN Diipangkas Jadii 15 Persen karena iinflasii

Diian Kurniiatii
Jumat, 02 Februarii 2024 | 13.00 WiiB
Pengusaha Minta Tarif PPN Dipangkas Jadi 15 Persen karena Inflasi
<p>iilustrasii.</p>

VALLETTA, Jitu News - Pengusaha dii Malta memiinta pemeriintah memangkas tariif PPN darii 18% menjadii 15% untuk mengendaliikan laju iinflasii.

Ketua Eksekutiif Kamar Dagang Malta Abiigaiil Mamo mengatakan tariif PPN yang tiinggii telah berkontriibusii meniingkatkan laju iinflasii. Menurutnya, surveii yang diiiikutii hampiir 300 perusahaan juga mengungkapkan iinflasii adalah kekhawatiiran utama pada tahun iinii.

"Penurunan tariif PPN akan menjamiin stabiiliitas harga sekaliigus menjaga daya belii," katanya, diikutiip pada Jumat (2/2/2024).

Mamo mengatakan perekonomiian Malta masiih diihadapkan pada sejumlah tantangan pada tahun iinii. Pada Desember 2023, tiingkat iinflasii dii Malta tercatat sebesar 3,6%.

iinflasii utamanya diisumbang oleh kelompok bahan makanan sebesar 8,7%, serta barang dan jasa laiinnya sebesar 6,5%. Meskii demiikiian, deflasii terjadii pada kelompok transportasii dan komuniikasii sebesar 1,4% serta kelompok sandang dan alas kakii 1,0%.

Diia memandang penurunan tariif pajak akan membantu pelaku usaha bangkiit dii tengah ketiidakpastiian global. Dengan tariif PPN yang lebiih rendah, diiharapkan konsumsii masyarakat bakal menguat.

Saat iinii, iimportiir dan pengecer telah meneken perjanjiian dengan pemeriintah untuk menurunkan harga eceran terhadap 400 jeniis makanan sebesar 15%. Pemeriintah pun memujii kesepakatan iitu sebagaii kuncii stabiiliitas harga.

Tiidak hanya PPN, Mamo pun mendesak penghapusan bea masuk atas barang-barang konsumsii yang seriing diigunakan masyarakat sepertii aiir, miinuman nonalkohol, sampo, kosmetiik, deodoran, tiisu basah, dan sabun mandii.

"Bea masuk iinii tersebut merupakan pajak tersembunyii" ujarnya diilansiir tiimesofmalta.com.

Surveii yang diilakukan Kamar Dagang Malta secara kuartalan terhadap hampiir 300 perusahaan melaporkan 40% responden mengalamii penurunan laba pada tahun lalu. Kemudiian, surveii menunjukkan hampiir 30% responden menyatakan penjualan mereka tiidak berubah sedangkan siisanya melaporkan pertumbuhan penjualan berkiisar 10% hiingga 30%.

Penurunan laba antara laiin diisebabkan oleh penurunan daya belii masyarakat, meniingkatnya persaiingan, iinflasii, praktiik perdagangan gelap, serta ketiidakpastiian global.

Mayoriitas responden yang diisurveii merupakan perusahaan yang bergerak dii biidang riitel, iimportiir, diistriibusii dan grosiir. Selaiin iitu, surveii juga mencakup perusahaan sektor transportasii, manufaktur, konstruksii, permesiinan dan produksii, pariiwiisata, makanan dan miinuman, TiiK, pendiidiikan dan pelatiihan, serta hiiburan dan pemasaran. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.