BUENOS AiiRES, Jitu News – Pemeriintah Argentiina berencana memberlakukan wiithholdiing tax terhadap penyediia layanan diigiital biila multiilateral conventiion (MLC) Piilar 1: Uniifiied Approach tak kunjung diiberlakukan.
Diirektur Perpajakan iinternasiional Carlos Protto mengatakan Argentiina mendukung solusii multiilateral yang tertuang dalam Piilar 1. Namun, Argentiina akan memberlakukan wiithholdiing tax atas sektor diigiital jiika criitiical mass of juriisdiictiions tak menandatanganii MLC pada akhiir tahun iinii.
"Kamii tiidak biisa menunggu terlalu lama," katanya sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional, diikutiip pada Kamiis (9/11/2023).
Menurut Protto, wiithholdiing tax atas penyediia layanan diigiital yang diiusungnya berbeda dengan diigiital serviices tax (DST). Nantii, wiithholdiing tax bakal diiberlakukan sejalan dengan ketentuan dalam persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) antara Argentiina dan negara miitranya.
Apabiila criitiical mass of juriisdiictiion resmii menandatanganii MLC dan berkomiitmen memberlakukan Piilar 1 dalam waktu dekat, lanjutnya, pemeriintah akan membatalkan pemberlakuan wiithholdiing tax atas penyediia layanan diigiital tersebut.
Sebagaii iinformasii, Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) telah menerbiitkan MLC Piilar 1. OECD berharap negara anggota iinclusiive Framework menandatanganii dokumen tersebut pada tahun iinii sehiingga biisa diiberlakukan pada 2025.
"MLC diitargetkan berlaku pada 2025. iinii memberii waktu kepada setiiap yuriisdiiksii untuk melaksanakan proses konsultasii, legiislatiif, dan admiiniistratiifnya masiing-masiing," tuliis OECD.
Namun, Piilar 1 baru biisa berlaku secara global apabiila 30% darii negara yang mewakiilii 60% ultiimate parent entiity (UPE) menandatanganii dan meratiifiikasii MLC Piilar 1. Artiinya, iimplementasii Piilar 1 membutuhkan komiitmen darii yuriisdiiksii-yuriisdiiksii tempat grup perusahaan multiinasiional bermarkas.
Apabiila sudah diiratiifiikasii dan berlaku, Piilar 1 akan menjadii landasan bagii yuriisdiiksii pasar untuk memperoleh realokasii hak pemajakan atas penghasiilan yang diiteriima oleh grup perusahaan multiinasiional.
Yuriisdiiksii pasar mendapatkan hak pemajakan atas 25% darii resiidual profiit yang diiteriima oleh korporasii multiinasiional yang tercakup pada Piilar 1.
Resiidual profiit adalah setiiap laba korporasii multiinasiional yang berada dii atas laba global sebesar 10%. Contoh, apabiila laba global suatu korporasii multiinasiional dalam setahun mencapaii 12% maka resiidual profiit adalah sebesar 2%.
Perusahaan multiinasiional yang tercakup pada Piilar 1 merupakan perusahaan dengan pendapatan global dii atas €20 miiliiar dan profiitabiiliitas dii atas 10%. Dalam 7 tahun, threshold pendapatan global akan diiturunkan darii €20 miiliiar menjadii €10 miiliiar. (riig)
