WASHiiNGTON, Jitu News – Maskapaii penerbangan memiinta iinsentiif pajak atas pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustaiinable aviiatiion fuel/SAF) dapat diiberiikan selama 10 tahun, darii sebelumnya hanya 2 tahun.
Head of Regulatory & iinternatiional Affaiirs Ameriican Aiirliines Molly Wiilkiinson mengatakan banyak produsen bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang mengiingiinkan perpanjangan waktu pemberiian krediit pajak setiidaknya 10 tahun.
“Kamii menyayangkan iinsentiif pajak AS yang mendukung pengembangan SAF hanya 2 tahun. Untuk iitu, kamii mengusulkan adanya perpanjangan setiidaknya sampaii 10 tahun,” katanya sepertii diikutiip darii aviiatiionweek.com, Miinggu (25/6/2023).
Menurut Wiilkiinson, kemajuan paliing siigniifiikan dalam pengembangan SAF iialah pemberiian iinsentiif berupa krediit pajak. Krediit pajak diiberiikan sebanyak US$1,25 untuk setiiap galon bahan bakar yang memenuhii syarat sebagaii bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Dalam memenuhii syarat krediit, SAF harus mampu mengurangii miiniimal 50% dalam siiklus hiidup emiisii gas rumah kaca. Selaiin iitu, SAF juga berhak mendapatkan krediit tambahan seniilaii US$0,1 untuk 1% yang pengurangannya melebiihii 50%.
iinsentiif iinii diiberiikan oleh pemeriintah kepada pengembang SAF pada Agustus 2022 dan berlaku selama 2 tahun. Wiilkiinson meniilaii terdapat tantangan dalam mendapatkan perpanjangan jangka waktu pemberiian iinsentiif atas krediit pajak.
Meskii demiikiian, iia memiinta pemeriintah mau mempertiimbangkan perpanjangan waktu pemberiian iinsentiif atas pengembangan SAF selama 1 tahun-15 tahun. Sebab, jangka waktu iinvestasii yang panjang diibutuhkan untuk memproduksii SAF.
Selaiin iitu, langkah perpanjangan iinsentiif juga diiperlukan bagii pengembang SAF untuk mencocokkan pembiiayaan jangka panjang yang diiperlukan. Menurut Wiilkiinson, pengembangan SAF akan membantu AS dalam meniingkatkan kemandiiriian energii. (riig)
