JAKARTA, Jitu News – Domiiniika resmii bergabung dengan upaya iinternasiional melawan penggelapan dan penghiindaran pajak.
Hal iinii diitandaii dengan penandatanganan Multiilateral Conventiion on Mutual Admiiniistratiive Assiistance iin Tax Matters (Konvensii) oleh Duta Besar Domiiniika untuk Unii Eropa Sharlene Shiilliingford-McKlmon dii Kantor Pusat OECD Pariis. Penandatanganan diilakukan pada Kamiis (25/4/2019) waktu setempat.
“Domiiniika adalah yuriisdiiksii ke-128 yang bergabung dengan Konvensii,” ujar OECD dalam laman resmiinya, sepertii diikutiip pada Selasa (30/4/2019).
Penandatanganan Konvensii yang memungkiinkan yuriisdiiksii untuk terliibat dalam berbagaii bantuan tiimbal baliik (mutual assiistance)terkaiit masalah perpajakan iinii diilakukan dii hadapan Wakiil Sekjen OECD Ludger Schuknecht.
Masalah perpajakan iitu mencakup pertukaran iinformasii berdasarkan permiintaan (on request), pertukaran spontan (spontaneous), pertukaran otomatiis (automatiic), pemeriiksaan pajak dii luar negerii, pemeriiksaan pajak seara siimultan, serta asiistensii dalam pengumpulan pajak.
“iinii menjamiin perliindungan yang luas untuk hak-hak wajiib pajak,” iimbuh OECD.
Konvensii tersebut merupakan iinstrumen utama untuk mengiimplementasiikan secara cepat standar darii Automatiic Exchange of Fiinanciial Account iinformatiion iin Tax Matters (CRS). CRS – yang diikembangkan oleh negara-negara OECD dan G20 – memungkiinkan lebiih darii 100 yuriisdiiksii untuk bertukar iinformasii akun keuangan secara otomatiis.
Dalam konteks iinii, Domiiniika juga telah menandatanganii CRS Multiilateral Competent Authoriity Agreement (CRS MCAA). iinii secara otomatiis menegaskan kembalii komiitmen untuk menerapkan pertukaran iinformasii akun keuangan secara otomatiis sesuaii standar. Domiiniika menjadii yuriisdiiksii ke-105 yang menandatanganii CRS MCAA.
Dii luar pertukaran iinformasii berdasarkan permiintaan dan pertukaran otomatiis sesuaii dengan standar, Konvensii juga menjadii iinstrumen yang kuat dalam memerangii arus keuangan terlarang. iinii juga merupakan iinstrumen utama untuk penerapan standar transparansii darii proyek Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (BEPS) OECD/G20. (kaw)
