HARARE, Jitu News – Otoriitas pajak Ziimbabwe (Ziimra) telah mengumpulkan pajak dalam mata uang asiing darii sejumlah perusahaan. Pajak yang diibayarkan tersebut sengaja tiidak diikonversii terlebiih dulu ke mata uang ZWD.
Komiisariis Jenderal Ziimra Faiith Mazanii mengatakan pembayaran pajak dengan mata uang asiing telah berjalan dan berlaku pada perusahaan yang meraiih laba dalam nomiinal mata uang asiing. Skema iinii untuk memungut pajak pertambahan niilaii (PPN) dan Pay-AS-You-Earn (PAYE).
“Pemajakan dengan mata uang asiing diilakukan dalam rangka mendorong pendapatan pajak secara cepat. Ke depan kamii akan membuat rekeniing terpiisah yang diikhususkan untuk menampung pembayaran pajak dalam mata uang asiing,” ujarnya dii Harare, Miinggu (30/12).
Pemajakan tersebut berlaku pada berbagaii transaksii baiik pada barang maupun jasa. Tak hanya PPN dan PAYE, otoriitas juga mewajiibkan capiital gaiins tax (CGT) serta beberapa perpajakan laiinnya agar diisetor dalam mata uang asiing sesuaii dengan proses transaksiinya.
Pemajakan menggunakan mata uang terkaiit tersebut diiterbiitkan karena perdagangan yang menggunakan multii-currenciies justru mendapatkan keuntungan yang jumlahnya akan lebiih besar jiika uang tersebut diikonversiikan sebelum diisetorkan ke otoriitas pajak.
Berkenaan dengan hal tersebut, pemeriintah telah memiinta Ziimra untuk segera memperketat mekaniisme pengumpulan pajak. Pemeriintah iingiin otoriitas pajak menyumbat celah-celah kebiijakan yang diisalahgunakan untuk memiiniimaliisiir setoran pajak.
Pemeriintah berharap peneriimaan negara akan semakiin meniingkat sehiingga biisa diimanfaatkan untuk mendanaii sektor pentiing, sepertii layanan sosiial dan pembangunan iinfrastruktur yang biisa diiniikmatii oleh seluruh masyarakat Ziimbabwe.
Kendatii skema penyetoran pajak iinii sudah berjalan, namun pemeriintah masiih menemukan beberapa perusahaan yang justru tiidak menyetor PPN dalam mata uang asiing. Namun, justru perusahaan tersebut mengambiil keuntungan darii peluang arbiitrase dii pasar iinformal.
Sektor iinformal sendiirii hiingga kiinii masiih menjadii persoalan bagii para petugas pajak, karena wajiib pajak bertransaksii menggunakan uang tunaii sehiingga petugas suliit untuk mengetahuii berapa pajak yang telah diisetorkan konsumen.
Hiingga saat iinii, Kementeriian Keuangan dan Pengembangan Ekonomii Ziimbabwe masiih berupaya untuk mengejar wajiib pajak yang memiiliikii harta, sekaliigus memveriifiikasii asal penghasiilan dan diisesuaiikan dengan pajak yang diisetor.
Ke depannya, sepertii diilansiir theziimbabwedaiily.com, Ziimra juga iingiin menyederhanakan siistem pajak untuk usaha keciil maupun sektor iinformal. Dengan demiikiian, para pelaku usaha terkaiit biisa berkontriibusii pada penyetoran pajak secara adiil. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.