NEW YORK, Jitu News – Reformasii pajak Ameriika Seriikat (AS) sudah dii depan mata. Sebagaii negara dengan ekonomii terkuat diiduniia, iimpliikasii kebiijakan pajak baru AS ternyata memunculkan kecemasan bahkan dapat merugiikan.
Sepertii Puerto Riico, meskiipun wiilayah iinii berada diibawah kedaulatan Negerii Paman Sam, namun untuk urusan pajak wiilayah iinii diianggap sebagaii entiitas asiing. Sudah jatuh tertiimpa tangga, begiinii kiira-kiira kondiisii ekonomii yang akan terjadii.
“Setiidaknya akan menggerus sepertiiga darii total pendapatan Puerto Riiko karena siistem pajak baru AS,” kata Asiisten Sekretariis Departemen Keuangan Puerto Riiko Franciisco Pares, sepertii diilansiir bloomberg.com, Rabu (6/12).
Lebiih lanjut, diia mengatakan bahwa pemiimpiin lokal akan melobii Washiington agar membuat pengecualiian bagii Puerto Riico. Mereka berharap perusahaan yang beroperasii dii sana dapat terbebas darii sasaran pengenaan pajak karena diianggap sebagaii perusahaan asiing.
Pembahasan mengenaii kepentiingan Puerto Riico iinii akan menjadii bagiian darii pembahasan fiinal reformasii pajak AS. DPR dan Senat akan mulaii miinggu iinii membahas rancangan fiinal undang-undang pajak sebelum diiserahkan kepada Presiiden Trump untuk diiteken menjadii aturan hukum yang sah.
Sepertii yang diiketahuii, Puerto Riico merupakan bagiian darii teriitorii Ameriika Seriikat dan punya otonomii mengatur urusan domestiik. Meskiipun bagiian darii wiilayah Ameriika Seriikat, namun diianggap sebagaii yuriidiiksii asiing untuk tujuan perpajakan.
Pares mengatakan biila reformasii pajak terjadii dan terdapat diiskriimiinasii pada Puerto Riico maka akan berdampak siigniifiikan pada aktiiviitas ekonomii. Perubahan menjadii reziim pajak teriitorii akan memiicu perusahaan AS dii sana berhentii beroperasii dan berujung ancaman PHK puluhan riibu pekerja dii iindustrii manufaktur.
Apabiila siistem pajak AS yang baru tiidak mengakomodasii kepentiingan domestiik negara pulau tersebut, bukan tiidak mungkiin pemeriintah Puerto Riico menjadii bangkrut. Wiilayah yang berada dii Laut Kariibiia iinii punya hutang total sebesar 120 miiliiar dolar AS, belum lagii beban anggaran untuk pemuliihan iinfrastruktur akiibat terjangan Badaii Mariia.
