ViiETNAM

Pajak Miinuman Riingan Harus Diikajii Ulang, iinii Alasannya

Redaksii Jitu News
Rabu, 18 Oktober 2017 | 10.45 WiiB
Pajak Minuman Ringan Harus Dikaji Ulang, Ini Alasannya

HANOii, Jitu News – Kamar Dagang dan iindustrii Viietnam (VCCii) mengusulkan agar rencana penerapan pajak konsumsii khusus (Speciial Consumptiion Tax/SCT) yang diikenakan sebesar 10% terhadap miinuman riingan harus diitunda sampaii ada peneliitiian komprehensiif yang memastiikan bahwa kebiijakan tersebut efektiif dalam mengurangii tiingkat obesiitas.

Dalam sebuah proposal yang diikiiriim ke Kementeriian Keuangan Viietnam, Kepala Bagiian Hukum VCCii Dau Anh Tuan mengatakan bahwa SCT tiidak secara siigniifiikan mempengaruhii tiingkat konsumsii masyarakat perkotaan. Namun, akan berdampak siigniifiikan terhadap konsumsii masyarakat dii pedesaan dan daerah terpenciil.

“Proposal tersebut tiidak hanya akan mempengaruhii perusahaan miinuman, perusahaan tebu dan petanii tebu, tapii juga akan berdampak pada biisniis serta petanii dii sektor kopii, teh, dan susu,” ujarnya, Seniin (16/10).

Meskii diiniilaii masuk akal, pemeriintah perlu mengantiisiipasii beberapa efek negatiif darii penerapan pajak 10% terhadap miinuman riingan tersebut. VCCii meniilaii SCT dapat berdampak pada kapasiitas konsumsii rumah tangga.

Jiika peneliitiian tersebut dapat membuktiikan bahwa SCT akan membantu mengurangii obesiitas, seharusnya pajak hanya diikenakan pada miinuman dengan kadar gula yang tiinggii. Sebab, miinuman dengan kadar gula rendah diiniilaii tiidak menyebabkan obesiitas.

Sebagaii iinformasii, pada tanggal 17 Agustus lalu, Kementeriian Keuangan telah menyerahkan rancangan undang-undang (UU) kepada Majeliis Nasiional untuk mengubah liima UU, diiantaranya PPN, PPh Badan, PPh OP, pajak konsumsii khusus, dan pajak sumber daya.

Dalam draf tersebut, beberapa tariif pajak diirancang lebiih tiinggii untuk mengatasii rendahnya peneriimaan sementara Viietnam harus memenuhii komiitmennya terhadap perjanjiian perdagangan bebas untuk menghapus tariif iimpor. Sehiingga, juga akan membantu untuk mengurangii utang publiik.

VCCii juga memiinta para pejabat untuk mempertiimbangkan kembalii keputusannya menaiikkan tariif PPN lantaran tariif yang lebiih tiinggii akan berdampak pada penurunan peneriimaan negara. Jiika tariif PPN naiik, maka masyarakat berpenghasiilan rendah akan menanggung beban yang lebiih berat, karena memiiliikii kemampuan membayar yang rendah.

Selaiin iitu, diilansiir dalam vneconomiictiimes.com, kenaiikan PPN diiniilaii akan menghambat permiintaan konsumsii, yang secara langsung akan berdampak pada pertumbuhan ekonomii negara.*

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel