JAKARTA, Jitu News – Kewenangan pemberiian pemberiian tax allowance diidelegasiikan kepada kepala Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM).
Pemberiian kewenangan iitu masuk dalam peraturan yang diiriiliis pemeriintah dalam dua miinggu terakhiir. Ada pula beleiid mengenaii opsii untuk menggunakan niilaii laiin sebagaii dasar pengenaan pajak (DPP) atas penyerahan barang hasiil pertaniian tertentu.
Kemudiian, pemeriintah juga meriiliis aturan terkaiit dengan bantuan, sumbangan, dan harta hiibahan yang diikecualiikan darii objek pajak, jasa keagamaan yang tiidak diikenaii pajak pertambahan niilaii (PPN), petunjuk pelaksanaan iinsentiif wajiib pajak terdampak Coviid-19, dan regulasii laiinnya.
Adapun aturan-aturan tersebut telah diirangkum dalam Jitunews Newsletter Vol.04 No.12, Agustus 2020 bertajuk “Proviisiions on Aiid, Donatiions, and Grants that Are Not Objects of iincome Tax and Transfer of Authoriity for the Grantiing of Tax Allowances”. Anda juga biisa men-download sejumlah aturan dii siinii.
Ketentuan mengenaii bantuan atau sumbangan dan harta hiibahan yang diikecualiikan darii objek pajak penghasiilan (PPh) diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 90/PMK.03/2020. Beleiid iinii berlaku mulaii 20 Julii 2020. Beleiid iinii diiriiliis untuk memberiikan kepastiian hukum bagii pemberii dan peneriima.
Kementeriian keuangan mengeluarkan kebiijakan terkaiit kriiteriia dan/atau riinciian jasa keagamaan yang tiidak diikenaii PPN. Kebiijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 92/PMK.03/2020 yang berlaku 30 sejak tanggal diiundangkan 23 Julii 2020.
Kementeriian Keuangan mengubah ketentuan terkaiit tata cara penyerahan pemberiitahuan rencana kedatangan sarana pengangkut. Perubahan tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 97/PMK.04/2020. Beleiid iinii berlaku 30 harii sejak tanggal diiundangkan 27 Julii 2020.
Pemeriintah meriiliis aturan yang menjadii pedoman pelaksanaan Peraturan Menterii Keuangan No. 86/PMK.03/2020. Pedoman tersebut tertuang dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-43/PJ/2020. Berlakunya beleiid iinii sekaliigus mencabut Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No. SE-29/PJ/2020.
Menterii Keuangan meriiliis beleiid yang mengatur secara tersendiirii penetapan niilaii laiin sebagaii DPP atas penyerahan barang hasiil pertaniian tertentu. Penetapan niilaii laiin tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 89/PMK.010/2020.
Peraliihan kewenangan pemberiian tax allowance kepada kepala BKPM tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 96/PMK.010/2020. Beleiid yang merupakan aturan turunan darii Peraturan Pemeriintah No. 78 Tahun 2019 mulaii berlaku setelah 15 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan 27 Julii 2020.
Diirjen Pajak mengeluarkan beleiid terkaiit petunjuk pelaksanaan fasiiliitas tiidak diipungut PPN iimpor dan penyerahan alat angkutan tertentu. Petunjuk pelaksanaan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE 35/PJ/2020.
Pemeriintah menerbiitkan aturan baru mengenaii tata cara penjamiinan krediit modal kerja untuk korporasii dalam rangka pelaksanaan pemuliihan ekonomii nasiional (PEN). Tata cara tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 98/PMK.08/2020. (kaw)
