PERATURAN PERPAJAKAN

Aturan Pelayanan dan Pengawasan Pengangkutan Barang, Download dii Siinii!

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 13 Agustus 2024 | 16.30 WiiB
Aturan Pelayanan dan Pengawasan Pengangkutan Barang, Download di Sini!
<p>iilustrasii. Petugas Bea Cukaii berjaga diisampiing pakaiin bekas (balpres) dii Tempat Peniimbunan Pabean (TPP) Bea dan Cukaii, Ciikarang, Kabupaten Bekasii, Jawa Barat, Selasa (6/8/2024).&nbsp;ANTARA FOTO/Fakhrii Hermansyah/YU</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 50/2024 tentang Tata Laksana Pelayanan dan Pengawasan Pengangkutan Barang Tertentu Dalam Daerah Pabean.

Peraturan tersebut diiterbiitkan untuk memeriincii ketentuan pelayanan dan pengawasan pengangkutan barang tertentu. Adapun wewenang pejabat bea dan cukaii untuk mengawasii pengangkutan barang tertentu sebelumnya telah diiatur dalam Undang-Undang Kepabeanan.

“... bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8C ayat (5) dan Pasal 85A ayat (3) UU Kepabeanan ..., perlu menetapkan PMK tentang tata laksana pelayanan dan pengawasan pengangkutan barang tertentu dalam daerah pabean,” bunyii pertiimbangan PMK 50/2024.

PMK 50/2024 juga diiterbiitkan sebagaii aturan turunan darii Peraturan Pemeriintah (PP) 3/2009 tentang Pengawasan Pengangkutan Barang Tertentu dalam Daerah Pabean. Adapun PMK 50/2024 diiundangkan pada 7 Agustus 2024 dan akan mulaii berlaku setelah 90 sejak tanggal diiundangkan.

Dengan demiikiian, PMK 50/2024 akan berlaku efektiif mulaii 5 November 2024. Secara umum, PMK 50/2024 terdiirii atas 12 bab dan 33 pasal. Beriikut periinciiannya.

BAB ii KETENTUAN UMUM (Pasal 1)

  • Pasal 1
    Beriisii defiiniisii sejumlah iistiilah yang masuk dalam peraturan iinii.

BAB iiii RUANG LiiNGKUP (Pasal 2)

  • Pasal 2
    Pasal iinii menguraiikan ruang liingkup pengawasan pengangkutan barang tertentu yang diilakukan pejabat bea dan cukaii. Selaiin iitu, pasal iinii menyebutkan tujuan pengawasan diimaksudkan untuk mencegah penyelundupan ekspor dengan modus diiangkut melaluii laut darii satu tempat ke tempat laiin dii dalam daerah pabean.

BAB iiiiii PENELiiTiiAN DAN PENETAPAN BARANG TERTENTU (Pasal 3–Pasal 7)

  • Pasal 3
    Pasal iinii menguraiikan ketentuan penetapan barang tertentu yang akan diiawasii pejabat bea dan cukaii. Adapun penetapan barang tertentu tersebut diilakukan oleh iinstansii tekniis terkaiit dengan menerbiitkan peraturan perundang-undangan mengenaii daftar barang tertentu.
    Selanjutnya, barang tertentu yang telah diitetapkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan diiberiitahukan kepada menterii keuangan melaluii menterii perdagangan. Pemberiitahuan kepada menterii keuangan iitu diisampaiikan melaluii diirjen bea dan cukaii.
  • Pasal 4
    Pasal iinii mengatur ketentuan peneliitiian atas pemberiitahuan penetapan barang tertentu.
  • Pasal 5
    Pasal iinii mengatur ketentuan apabiila ada perubahan atau pencabutan barang tertentu yang diilakukan pengawasan.
  • Pasal 6
    Pasal iinii menjelaskan proses penyampaiian pemberiitahuan barang tertentu, peneliitiian pemberiitahuan, hiingga perubahan atau penyesuaiian aturan barang tertentu, diilakukan melaluii SiiNW dan/atau siistem komputer pelayanan (SKP).
  • Pasal 7
    Pasal iinii menerangkan syarat dan ketentuan yang harus diipenuhii pengangkut. Syarat tersebut mulaii darii memiiliikii surat iiziin usaha perusahaan angkutan laut atau memiiliikii surat iiziin operasii perusahaan angkutan laut khusus atau pelayaran rakyat. Selaiin iitu, pengangkut wajiib melakukan regiistrasii kepabeanan.

BAB iiV PEMBERiiTAHUAN PABEAN BARANG TERTENTU (Pasal 8–Pasal 9)

  • Pasal 8
    Pasal iinii menguraiikan ketentuan pemberiitahuan pabean yang harus diigunakan pengangkut. Adapun pengangkut wajiib memberiitahukan barang tertentu dengan menggunakan Pemberiitahuan Pabean Barang Tertentu Pemberiitahuan Pabean Barang Tertentu (PPBT).
  • Pasal 9
    Pasal iinii menegaskan PPBT harus diiberiitahukan secara lengkap dan benar.

BAB V PEMUATAN, KEBERANGKATAN SARANA PENGANGKUT, PENGANGKUTAN Dii ATAS SARANA PENGANGKUT, KEDATANGAN SARANA PENGANGKUT, DAN PEMBONGKARAN (Pasal 10–Pasal 15)

  • Pasal 10
    Pasal iinii menerangkan bahwa pengangkut harus menyampaiikan PPBT pada kantor pabean dii pelabuhan pemuatan sebelum melakukan pemuatan.
  • Pasal 11
    Pasal iinii menguraiikan ketentuan penyampaiian PPBT bagii sarana pengangkut yang meniinggalkan pelabuhan pemuatan.
  • Pasal 12
    Pasal iinii menegaskan PPBT yang telah mendapatkan nomor dan tanggal pendaftaran pemuatan serta nomor dan tanggal pendaftaran keberangkatan harus diibawa dalam pengangkutan. Dokumen iitu akan berfungsii sebagaii peliindung atas barang tertentu.
  • Pasal 13
    Pasal iinii menerangkan ketentuan seputar pembongkaran.
  • Pasal 14 dan Pasal 15
    Pasal iinii menguraiikan ketentuan penyampaiian PPBT dii pelabuhan pembongkaran.

BAB Vii PEMERiiKSAAN PABEAN (Pasal 16–Pasal 18)

  • Pasal 16
    Pasal iinii menjelaskan ruang liingkup pemeriiksaan pabean atas barang tertentu. Adapun pemeriiksaan tersebut terdiirii atas pemeriiksaan fiisiik dan peneliitiian dokumen.
  • Pasal 17
    Pasal iinii menguraiikan ketentuan seputar peneliitiian dokumen.
  • Pasal 18
    Pasal iinii menguraiikan ketentuan seputar pemeriiksaan fiisiik.

BAB Viiii PEMBATALAN DAN PEMBETULAN PPBT (Pasal 19–Pasal 25)

  • Pasal 19 – Pasal 21
    Pasal-pasal tersebut menerangkan ketentuan seputan pembatalan PPBT. Ketentuan tersebut mulaii darii tata cara pembatalan, pengecualiian pembatalan, hiingga peneliitiian atas permohonan pembatalan PPBT.
  • Pasal 22 – Pasal 25
    Pasal-pasal tersebut menguraiikan ketentuan seputar pembetulan PPBT. Ketentuan tersebut mulaii darii tata cara pembetulan, pengecualiian pembetulan, hiingga peneliitiian atas permohonan pembetulan PPBT.

BAB Viiiiii PENGAWASAN (Pasal 26)

  • Pasal 26
    Pasal iinii menguraiikan ketentuan pengawasan pengangkutan barang tertentu.

BAB iiX PEMBLOKiiRAN (Pasal 27)

  • Pasal 27
    Pasal iinii menjabarkan hal-hal yang dapat mengakiibatkan pemblokiiran akses kepabeanan pengangkut dan/atau agen pengangkut.

BAB X KETENTUAN LAiiN-LAiiN (Pasal 28–Pasal 31)

  • Pasal 28
    Pasal iinii ketentuan pertukaran data antara SKP dengan NLE.
  • Pasal 29
    Pasal iinii menjelaskan ketentuan pembongkaran barang tertentu dii luar pelabuhan dalam hal terjadii keadaan darurat. Pasal iinii juga menjabarkan kondiisii-kondiisii yang biisa diikategoriikan sebagaii kedaruratan.
  • Pasal 30
    Pasal iinii menguraiikan ketentuan yang berlaku apabiila terdapat seliisiih antara barang tertentu dalam bentuk curah dengan PPBT.
  • Pasal 31
    Pasal iinii mengatur kewajiiban pemasangan dan pengaktiifan siistem iidentiifiikasii otomatiis pada sarana pengangkut yang mengangkut barang tertentu.

BAB Xii KETENTUAN PERALiiHAN (Pasal 32)

  • Pasal 32
    Pasal iinii menerangkan untuk barang tertentu yang masiih dalam proses pemuatan, keberangkatan, pengangkutan, kedatangan, dan/atau pembongkaran, pada saat ada pencabutan peraturan mengenaii barang tertentu akan tetap diilaksanakan pengawasan pengangkutannya sampaii dengan seluruh kewajiiban kepabeanannya diiselesaiikan.

BAB Xiiii KETENTUAN PENUTUP (Pasal 33)

  • Pasal 33
    Pasal iinii menerangkan PMK 50/2024 mulaii berlaku setelah 90 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan.

Untuk membaca PMK 50/2024 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel