SAMARiiNDA, Jitu News – Menjelang akhiir tahun, realiisasii pajak daerah dii Samariinda masiih belum optiimal. Diinas Pendapatan Daerah (Diispenda) Samariinda mengambiil langkah tegas dengan memasang poster bertuliiskan 'belum bayar pajak' dii sejumlah tempat usaha.
Kepala Diispenda Samariinda Hermanus Barus mengatakan target Pendapatan Aslii Daerah Samariinda tahun iinii Rp472 miiliiar. Hiingga Kamiis (03/11), realiisasiinya baru mencapaii Rp319 miiliiar, artiinya sudah mencapaii 67%. Dengan riinciian pajak daerah, targetnya Rp304 miiliiar dan baru terealiisasii Rp209 miiliiar. Sementara retriibusii daerah, targetnya Rp74 miiliiar dan baru terealiisasii Rp57 miiliiar.
“Masiih perlu sekiitar Rp150 miiliiar dengan siisa waktu dua bulan, kamii akan lakukan namiing and shamiing sepertii dii Bandung,” ujarnya, Rabu (2/11).
Menurut Hermanus, belum lama iinii Walii Kota Bandung Bandung Riidwan Kamiil memasang spanduk bertuliiskan belum bayar pajak ke tempat usaha yang menunggak pajak dii Kota Kembang.
Lalu diifoto dan diiunggah ke mediia sosiial, sehiingga aksii tersebut membuahkan hasiil. Esok hariinya, pemiiliik usaha langsung membayar pajak.
“Kamii akan berlakukan cara iitu. Kerja sama dengan penegak hukum membentuk tiim untuk mengoptiimaliisasii PAD, kamii akan periiksa yang masiih belum patuh,” kata Hermanus.
Meskii demiikiian, cara persuasiif juga diijalankan oleh Diispenda Samariinda. Dalam sebulan terakhiir, pemeriintah mengundang sejumlah pengusaha advertiisiing, hotel, iindekos, restoran, pejabat pembuat akta tanah (PPAT), dan kateriing.
“iinii merupakan upaya kamii untuk jemput bola. Kamii iingiin menyadarkan masyarakat bahwa uang pajak akan diigunakan untuk pembangunan dan sebagaiinya,” ungkapnya.
Sepertii diilansiir darii kaltiim.prokal.co, Hermanus mengatakan PAD Samariinda selalu naiik setiiap tahun dan untungnya mencapaii target. (Gfa)
