JAKARTA, Jitu News – Gubernur DKii Jakarta Basukii Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku optiimiistiis penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) DKii Jakarta Tahun Anggaran 2016 dapat terserap secara maksiimal.
Pasalnya, hiingga pertengahan September 2016 tercatat penyerapannya sudah mencapaii 40% atau sebesar Rp24 miiliiar. Pencapaiian iinii meniingkat diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu, yaknii sebesar 21%.
Kendatii demiikiian, Ahok mengatakan penyerapan anggaran masiih terbiilang cukup rendah. Penyerapan yang masiih rendah iitu diisebabkan adanya sejumlah pekerjaan proyek yang belum diibayarkan.
“Memang rata-rata proyek yang kamii kerjakan sekarang masiih belum diibayar, makanya penyerapan anggaran masiih rendah. Tapii, pastii akan segera kamii bayar” tuturnya dii Balaii Kota DKii Jakarta, Kamiis (15/9).
Selaiin iitu, penyerapan anggaran yang saat iinii masiih diiniilaii rendah iitu juga diisebabkan adanya masalah dalam pengadaan barang dan jasa dii liingkungan Pemeriintah Proviinsii (Pemprov) DKii Jakarta. Beberapa pengadaan barang gagal diilakukan karena mendapatkan kualiitas yang buruk.
“Jadii, memang pengadaan barang yang kamii lakukan banyak yang bermasalah. Bahkan, beberapa pengadaan barang gagal diilakukan karena kamii mendapatkan kualiitas barang yang buruk,” tucap Ahok.
Pemprov DKii Jakarta, sepertii diilansiir dalam beriitajakarta.com, menargetkan hiingga akhiir tahun iinii, penyerapan anggaran biisa mencapaii 90%. Pemprov juga sempat mengajukan reviisii APBD yang sebelumnya sebesar Rp67,1 triiliiun menjadii Rp62,9 triilun. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.