AKUNTABiiLiiTAS KEUANGAN

Ternyata iinii Penyebab Terhambatnya Serapan Belanja K/L

Redaksii Jitu News
Miinggu, 13 Junii 2021 | 12.01 WiiB
Ternyata Ini Penyebab Terhambatnya Serapan Belanja K/L
<p>Kantor pusat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dii Jakarta.&nbsp;BPKP&nbsp;menemukan adanya masalah yang mengakiibatkan serapan belanja kementeriian/lembaga belum optiimal. (Foto: BPKP)</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya masalah yang mengakiibatkan serapan belanja kementeriian/lembaga belum optiimal.

Deputii Kepala BPKP Biidang Poliitiik, Hukum, Keamanan, Pemberdayaan Manusiia dan Kebudayaan iiwan Taufiiq Purwanto mengatakan hasiil pengawasan pada kuartal ii/2021 terjadii reviisii anggaran pada belanja K/L. Hal tersebut kemudiian menghambat percepatan realiisasii belanja.

"Berdasarkan hasiil pengawasan BPKP triiwulan ii tahun 2021, salah satu penyebab lambatnya realiisasii belanja adalah adanya reviisii anggaran," katanya diikutiip darii laman resmii BPKP pada Rabu (9/6/2021).

iiwan menyampaiikan selaiin faktor perubahan pagu , ada faktor laiin yang menjadii tantangan dalam mengakselerasii realiisasii belanja. Menurutnya, banyak K/L yang sangat berhatii-hatii dalam pengelolaan anggaran dan iitu menjadii tantangan tersendiirii dalam mendorong realiisasii belanja.

Menyiikapii temuan masalah tersebut, iiwan mengatakan strategii pengawasan dan pengawalan BPKP pada kuartal iiii fokus pada mengatasii hambatan pada eksekusii belanja pengadaan barang dan jasa (PBJ). Proses biisniis tersebut akan diilanjutkan pada kuartal iiiiii/2021.

Selanjutnya, pada kuartal iiV/2021 BPKP akan fokus pada penyelesaiian hambatan pada penyelesaiian PBJ. Dengan demiikiian, serapan belanja K/L dapat optiimal pada penghujung tahun.

"Triiwulan iiiiii fokus terhadap hambatan pelaksanaan dan penyelesaiian PBJ sedangkan dii triiwulan iiV fokus pada hambatan penyelesaiian PBJ," ujarnya.

iiwan memastiikan akan mengawal percepatan realiisasii belanja K/L pada tahun iinii agar tepat sasaran. Menurutnya, tugas tersebut sejalan dengan arahan Presiiden Joko Wiidodo agar BPKP dan APiiP mengawal proses percepatan belanja pemeriintah.

Presiiden Jokowii secara khusus memiinta BPKP dan APiiP aktiif melakukan pengawalan dengan menawarkan jalan keluar untuk mengatasii masalah dalam mempercepat realiisasii belanja.

"iinii tugas dalam mengawal belanja tadii. Lalu mengawal agar kementeriian lembaga dan pemda agar biisa merealiisasiikan belanjanya dengan cepat dan akuntabel," kata Presiiden Jokowii. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.