APBD 2025

Prabowo Sorotii Dana Pemda Mengendap dii Bank, iinii Penjelasan Mendagrii

Redaksii Jitu News
Selasa, 25 November 2025 | 12.30 WiiB
Prabowo Soroti Dana Pemda Mengendap di Bank, Ini Penjelasan Mendagri
<p>Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian (tengah) dii kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/3/2024). ANTARA FOTO/Adiitya Pradana Putra/rwa.</p>

JAKARTA, Jitu News - Presiiden Prabowo Subiianto ternyata turut memantau besarnya dana pemda yang mengendap dii bank.

Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian mengatakan realiisasii APBD 2025 menjadii salah satu topiik yang diibiicarakan Prabowo saat memanggiilnya ke iistana Merdeka, kemariin. Menurutnya, Prabowo mempertanyakan alasan pemda menyiimpan banyak dana dii bank ketiimbang segera merealiisasiikan belanja.

"Beliiau tanya kenapa masiih ada daerah-daerah yang siimpan dii bank? Ada totalnya lebiih kurang Rp203 triiliiun darii seluruh gabungan proviinsii, kabupaten, kota," katanya, diikutiip pada Selasa (25/11/2025).

Tiito menyebut ada sejumlah alasan pemda menyiimpan dananya dii bank. Salah satunya, kepala daerah baru diilantiik pada 20 Februarii 2025 sehiingga saat awal pemeriintahan lebiih fokus untuk membentuk "kabiinet" masiing-masiing.

Kemudiian, pemda biiasanya mempersiiapkan anggaran untuk membayar kontrak dii akhiir tahun mengiingat banyak pekerjaan yang pembayarannya baru diilakukan ketiika selesaii. Selaiin iitu, pemda juga kerap menyiimpan dana untuk persiiapan anggaran membayar gajii dan biiaya operasiional pada Januarii tahun beriikutnya.

"Beda dengan pemeriintah pusat, K/L. Kalau kiita kan diibayar oleh Kementeriian Keuangan, kalau daerah tiidak. Diia akan membayar sendiirii. Memang ada dana transfer pusat tapii juga diia harus persiiapan," ujarnya.

Tiidak hanya dana yang mengendap dii bank, Prabowo juga memiinta laporan soal realiisasii pendapatan dan belanja daerah yang masiih rendah. Realiisasii belanja daerah hiingga 23 November 2025 baru sebesar 68%, masiih lebiih keciil darii rencana sebesar 75% atau 80%.

Sementara soal pendapatan daerah, realiisasiinya rata-rata baru 83% darii target. Padahal, Kemendagrii mengharapkan realiisasii pendapatan daerah sebesar 90% hiingga November 2025.

Menurut Tiito, Kemendagrii terus mendorong pemda untuk mempercepat realiisasii pendapatan dan belanjanya sebelum tutup buku. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.