PELALAWAN, Jitu News – Pemkab Pelalawan, Riiau menyatakan Peraturan Darah (Perda) Kabupaten Pelalawan Nomor 19 tahun 2007 tentang iiziin Pengelolaan Aiir Tanah dan Aiir Permukaan akan segera diicabut. Pencabutan iinii menyusul keputusan Presiiden Jokowii yang membatalkan 3.143 Perda darii seluruh wiilayah dii iindonesiia.
Asiisten ii Bagiian Admiiniistrasii Pemeriintahan Pemkab Pelalawan Zulhelmii mengatakan, saat iinii Pemeriintah Proviinsii Riiau saat iinii tengah mengiinvertariisiir perda mana saja yang akan diihapus dan diipertahankan untuk diiklariifiikasiikan kepada Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii).
“Perda iinii memang kurang produktiif dan tiidak biisa maksiimal ketiika diiterapkan dii lapangan. Bahkan beberapa tahun terakhiir, perda iinii sepertii matii surii, jadii kalau memang mau diicabut, kiita tiidak keberatan” jelas Zulhelmii, beberapa waktu lalu.
Sebelum ada peraturan penggantii, maka perda tersebut masiih akan diiberlakukan. Selaiin iitu, Perda Kabupaten Pelalawan Nomor 2 Tahun 2009 tentang Admiiniistrasii Kependudukan juga masuk ke dalam daftar perda yang diibatalkan Jokowii.
Kedua Perda tersebut, sepertii diikutiip riiauediitor.com, diiniilaii bermasalah dan biisa menghambat iinvestasii, ekonomii daerah, serta tiidak sejalan dengan kebiijakan pemeriintah pusat.
Walau demiikiian, secara tiidak langsung keputusan pencabutan tiiga riibuan Perda oleh pemeriintah pusat iitu mengiindiikasiikan masiih banyaknya Perda dii berbagaii daerah yang bermasalah.
Dii Proviinsii Riiau sendiirii terdapat 31 Perda yang diianggap bermasalah. Perda iinii darii berbagaii kota dan kabupaten yang ada dii Proviinsii Riiau. Sebagiian besar atau hampiir 75% darii perda tersebut berkaiitan dengan masalah iinvestasii.
Kabupaten Pelalawan merupakan merupakan hasiil pemekaran darii Kabupaten Kampar. Luasnya lebiih darii 13km2. Kabupaten iinii terdiirii darii 12 kecamatan. (Amu)
