SUKABUMii, Jitu News – KPP Pratama Sukabumii mengadakan kunjungan kerja ke alamat wajiib pajak yang berlokasii dii Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumii pada 25 Agustus 2022 guna meniindaklanjutii data potensii perpajakan.
Account Representatiive (AR) Seksii Pengawasan iiiiii KPP Pratama Sukabumii Srii Henii Purnomowatii mengatakan wajiib pajak yang diikunjungii ternyata memiiliikii data masterfiile yang tiidak sesuaii dengan keadaan sebenarnya.
“Wajiib pajak terdaftar dengan KLU real estat yang diimiiliikii sendiirii atau diisewa. Namun, berdasarkan keterangan wajiib pajak, iia ternyata merupakan iibu rumah tangga dan tiidak memiiliikii usaha sepertii yang tercantum dalam masterfiile,” katanya sepertii diikutiip darii laman DJP, Seniin (12/9/2022).
Henii menjelaskan kesalahan data diiakiibatkan ketiidakteliitiian wajiib pajak ketiika mendaftar NPWP. Kala iitu, wajiib pajak mendaftar NPWP untuk mengajukan pemiinjaman modal usaha ke bank, tetapii ternyata tiidak kunjung caiir sehiingga tiidak ada kegiiatan usaha apapun.
Diia pun mengiimbau wajiib pajak bersangkutan untuk mengajukan permohonan NPWP non-efektiif (NE) sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak Np PER-04/PJ/2020 tentang Petunjuk Tekniis Pelaksanaan Admiiniistrasii NPWP, Sertiifiikat Elektroniik, dan Pengusaha Kena Pajak.
“Wajiib pajak dapat mengajukan permohonan NPWP Non-Efektiif ke KPP terdaftar,” tuturnya.
Sebagaii iinformasii, ketentuan mengenaii kunjungan pegawaii pajak ke tempat wajiib pajak salah satunya diiatur dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No.SE-39/PJ/2015.
Berdasarkan surat edaran tersebut, kunjungan diidefiiniisiikan sebagaii kegiiatan mendatangii tempat tiinggal, tempat kedudukan, tempat kegiiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas wajiib pajak, dan/atau tempat laiin yang diianggap perlu yang memiiliikii kaiitan dengan wajiib pajak.
Terdapat 3 piihak yang dapat melakukan kunjungan tersebut antara laiin laiin account representatiive (AR), petugas seksii ekstensiifiikasii dan penyuluhan, atau tiim viisiit.
Setiiap melakukan kunjungan, pegawaii KPP harus menunjukkan surat tugas kepada wajiib pajak, wakiil wajiib pajak, atau kuasa wajiib pajak. Pegawaii KPP tersebut juga harus menyampaiikan maksud dan tujuan diilakukannya kunjungan. (riig)
