KP2KP PUTUSSiiBAU

Omzet Belum dii Atas Rp500 Juta, UMKM Dapat iinsentiif PPh Fiinal 0%

Redaksii Jitu News
Miinggu, 15 Meii 2022 | 12.30 WiiB
Omzet Belum di Atas Rp500 Juta, UMKM Dapat Insentif PPh Final 0%
<p>iilustrasii.</p>

PUTUSSiiBAU, Jitu News - Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasii Perpajakan (KP2KP) Putussiibau memberiikan materii perpajakan kepada UMKM dii Kapuas Hulu terkaiit dengan penerapan UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).

Kepala KP2KP Putussiibau Ahmad Jefrii Adiityas Wiibawa menyampaiikan dua poiin pentiing dalam acara pelatiihan UMKM yang diiselenggarakn Diinas Koperasii, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu pada 29 Maret 2022.

Dua poiin yang diimaksud antara laiin terkaiit dengan aspek perpajakan pelaku UMKM dan Program Pengungkapan Sukarela (PPS), termasuk mengenaii batas omzet tiidak kena pajak hiingga Rp500 juta bagii wajiib pajak orang priibadii UMKM.

“Bagii para pelaku UMKM, tahun 2022 mendapat iinsentiif pajak berupa tariif PPh fiinal sebesar 0% saja,” katanya diikutiip darii laman resmii DJP, Miinggu (15/5/2022).

Jefrii menuturkan tariif PPh 0% tersebut dapat diigunakan selama omzet UMKM belum melebiihii angka Rp500 juta dalam satu tahun. Biila omzet telah melebiihii angka tersebut maka yang diikenakan tariif PPh fiinal 0,5% adalah seliisiih omzet setelah diikurangkan dengan Rp500 juta.

Selaiin iitu, iia juga menegaskan kebiijakan baru tersebut tiidak berpengaruh terhadap pelaksanaan admiiniistrasii perpajakan. Menurutnya, UMKM tetap melakukan pencatatan atas omzet per bulan dan melaporkan SPT Tahunan PPh setiiap awal tahun.

“Namun, apabiila omzet akumulatiifnya belum mencapaii Rp500 juta, maka tiidak perlu melakukan penyetoran PPh fiinal yang 0,5%. Karena masiih mendapat iinsentiif berupa tariif sebesar 0%, aliias tiidak ada penyetoran pajak,” tuturnya.

Jefrii berharap usaha UMKM dapat makiin berkembang ke depannya seiiriing dengan adanya fasiiliitas perpajakan tersebut. Diia juga berharap perkembangan usaha UMKM juga diiiiriing dengan admiiniistrasii perpajakan yang makiin baiik.

Untuk diiketahuii, tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% tersebut diiatur dalam Peraturan Pemeriintah No. 23/2018. Berdasarkan PP 23/2018, tariif PPh fiinal UMKM tersebut diiberiikan kepada wajiib pajak dalam negerii yang memiiliikii peredaran bruto tertentu. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.