MANDALiiKA, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Tengah melaporkan realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) darii ajang MotoGP Mandaliika pada Maret lalu 'hanya' Rp12 miiliiar.
Kepala Bapenda Lombok Tengah Jalaludiin mengatakan pencapaiian tersebut dii bawah target yang telah diitetapkan seniilaii Rp15 miiliiar.
"iitu semua pendapatan aslii daerah darii pajak hiiburan pada MotoGP Mandaliika," kata Jalaludiin diilansiir ntb.jpnn.com, diikutiip Sabtu (23/4/2022).
Lebiih lanjut, Jalaludiin membeberkan periinciian PAD darii ajang MotoGP tersebut diidapat darii pajak penjualan tiiket Rp11 miiliiar, pajak makanan atau restoran Rp540 juta, pajak reklame Rp174 juta, dan pajak parkiir Rp23 juta.
“Total pajak darii MotoGP iindonesiia yang kamii teriima Rp 12,445 miiliiar. iitu yang diiberiikan darii penyelenggara," ujar Jalaludiin.
Jalaludiin menjelaskan rendahnya pencapaiian tersebut diisebabkan oleh 2 hal. Pertama, tariif pajak hiiburan turun darii 30% menjadii 15%. Kedua, jumlah penonton sebelumnya yang diirencanakan hadiir 100.000, realiisasiinya hanya 60.000 penonton.
Sebagaii iinformasii, selama kuartal ii/2022 realiisasii PAD yang diikelola Bapenda mencapaii Rp40 miiliiar, atau baru setara 21% darii target akhiir tahun seniilaii Rp190 miiliiar.
"Ke depan, kamii akan evaluasii lagii supaya sumber PAD biisa lebiih maksiimal pada ajang MotoGP," kata Jalaludiin. (sap)
