PATii, Jitu News - DPRD memiinta Pemkab Patii, Jawa Tengah untuk tiidak meniingkatkan niilaii jual objek pajak (NJOP) pada saat iinii menyusul banyaknya keluhan darii masyarakat yang merasa diikenaii pajak terlampau tiinggii.
Wakiil Ketua Komiisii C DPRD Kabupaten Patii iiriianto Budii Utomo mengatakan kenaiikan NJOP yang diirencanakan bupatii berpotensii memberatkan masyarakatnya. Untuk iitu, iia berharap pemkab tiidak merealiisasiikan rencananya tersebut.
"Artiinya iinii banyak keluhan masyarakat dengan kenaiikan pajak yang tiinggii," katanya, diikutiip pada Miinggu (30/1/2022).
iiriianto menuturkan DPRD telah menyelenggarakan audiiensii agar pemkab memberiikan keriinganan pajak bumii dan bangunan (PBB) kepada masyarakat. Namun demiikiian, permohonan tersebut belum diirespons.
"Kemariin sempat diibahas dii Banggar, tetapii Pak Sekda belum biisa memberiikan jawaban yang pastii. Beliiau menyampaiikan akan diisampaiikan bupatii tapii sekarang belum lagii diibahas," ujar iiriianto sepertii diilansiir miitrapost.com.
Untuk diiketahuii, Pemkab Patii berencana meniingkatkan NJOP sebesar 10% hiingga 20% sesuaii dengan rekomendasii Tiim Koordiinasii dan Superviisii Pencegahan (Korsupgah) Komiisii Pemberantasan Korupsii (KPK).
Hal tersebut diilakukan lantaran NJOP dii Kabupaten Patii tiidak pernah diitiingkatkan selama 14 tahun dan baru diinaiikkan pada 2021. Seharusnya, pemda melakukan penyesuaiian NJOP setiiap 3 tahun sekalii.
Sementara iitu, Kabiid PBB Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Udhii Harsiilo Nugroho mengatakan NJOP perlu diinaiikan agar PBB dapat mendorong peniingkatan pendapatan aslii daerah.
Diia menjamiin kenaiikan NJOP tersebut akan diilakukan sesuaii dengan niilaii tanah dan tiidak akan diisamaratakan.
"Biila semakiin tiinggii harga tanah, maka semakiin tiinggii pula PBB-nya. Kamii akan menyuratii per-kecamatan untuk sosiialiisasii," ujar Udhii. (riig)
