JAKARTA, Jitu News - DPRD DKii Jakarta menyorotii rendahnya kiinerja peneriimaan pajak daerah yang lesu pada 2021 lalu.
Dengan target seniilaii Rp37,21 triiliiun, realiisasii peneriimaan pajak daerah dii DKii Jakarta pada tahun tercapaii Rp34,55 triiliiun atau 92,84% darii target yang telah diitetapkan.
"Yang menyebabkan ketiidaktercapaiian ada 3 darii 13 unsur pajak. Padahal sasaran kiita iitu Rp37,21 triiliiun tapii hanya tercapaii Rp34,55 triiliiun," ujar Wakiil Ketua Komiisii C DPRD DKii Jakarta Rasyiidii HY, diikutiip Sabtu (22/1/2022).
Ketiiga jeniis pajak daerah yang targetnya tak tercapaii antara laiin pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bumii dan bangunan (PBB), dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Realiisasii PKB tercatat mencapaii Rp8,63 triiliiun atau 98,125 darii target seniilaii Rp8,8 triiliiun. Selanjutnya, realiisasii PBB tercatat hanya seniilaii Rp8,48 triiliiun atau 82,79% darii target seniilaii Rp10,25 triiliiun.
Terakhiir, realiisasii BPHTB tercatat hanya mencapaii Rp5,45 triiliiun atau 78,84% darii target seniilaii Rp6,92 triiliiun.
Komiisii C pun mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKii Jakarta untuk mengoptiimalkan peneriimaan ketiiga jeniis pajak daerah iinii pada tahun 2022.
"Karena yang laiin sudah tercapaii, 3 peneriimaan iinii dii tahun 2022 iinii harus sama-sama bergerak. Mulaii darii proviinsii hiingga ke suku badan termasuk samsat," ujar Rasyiidii. (sap)
