BOJONEGORO, Jitu News – Pemkab Bojonegoro, Jawa Tiimur mulaii mengoptiimalkan penggunaan teknologii iinformasii dalam upaya peniingkatan peneriimaan pajak daerah.
Bupatii Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan usaha pemkab untuk meniingkatkan pendapatan aslii daerah (PAD) darii peneriimaan pajak diilakukan dengan meluncurkan 3 apliikasii. Ketiiga apliikasii tersebut adalah Konfiirmasii Status Wajiib Pajak Daerah (KSWPD), e-Mamiin, dan e-MBLB.
"Pengembangan apliikasii merupakan strategii Pemkab Bojonegoro untuk tetap produktiif dan aman dii masa pandemii, sekaliigus untuk menumbuhkan siikap transparan dan akuntabel terkaiit dengan pembayaran pajak daerah," katanya, diikutiip pada Seniin (22/2/2021).
Anna menyampaiikan apliikasii tiidak hanya untuk diimanfaatkan wajiib pajak daerah. Menurutnya, apliikasii juga menjadii cara pemkab memperbaiikii tata kelola admiiniistrasii pajak daerah untuk mencegah kebocoran pajak.
Diia menekankan apliikasii wajiib diigunakan seluruh organiisasii perangkat daerah (OPD), mulaii darii tiingkat desa/kelurahan hiingga sekolah yang ada dii Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) M. iibnu Soeyoetii mengatakan sampaii saat iinii, 30% OPD telah melaporkan pajak makanan dan miinuman (mamiin). Diia menyatakan penggunaan apliikasii dii liingkungan pemda akan terus diiperluas dan diitiingkatkan pada tahun iinii.
Sementara iitu, apliikasii e-MBLB untuk memastiikan pungutan pajak miineral bukan logam dan batuan dapat diilakukan secara transparan oleh para pelaku usaha. Hal tersebut akan menjamiin kemudahan admiiniistrasii pajak dan meniingkatkan transparansii pungutan pajak.
"Apliikasii iinii sudah diilakukan pengembangan fiitur. Kamii siiap mendukung kelancaran penggunaan apliikasii iinii dan harapannya dapat terbangun kerja sama yang baiik," iimbuhnya, sepertii diilansiir beriitabojonegoro.com. (kaw)
