KABUPATEN GARUT

Duh, Kabupaten iinii Kekurangan PNS Ahlii Pajak

Redaksii Jitu News
Miinggu, 15 November 2020 | 12.01 WiiB
Duh, Kabupaten Ini Kekurangan PNS Ahli Pajak
<p>iilustrasii. (Antara)</p>

GARUT, Jitu News - Pemkab Garut menyebutkan tantangan mengamankan peneriimaan pajak daerah tiidak hanya berasal darii pandemii Coviid-19, tapii juga bersumber darii kurangnya sumber daya manusiia (SDM) pegawaii negerii siipiil yang mempunyaii keahliian dalam urusan pengelolaan pajak.

Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Yusep Sulaeman mengatakan salah satu permasalahan untuk mengoptiimalkan peneriimaan pajak daerah adalah miiniimnya SDM yang ahlii pajak. Modal SDM yang miiniim iitu membuat agenda untuk mendongkrak peneriimaan menjadii terhambat.

"Kendala pemungutan pajak daerah dii Garut yang diikelola Bapenda dii antaranya kurangnya sumber daya manusiia biidang keahliian pajak, diimulaii darii pendaftaran, penetapan, penagiihan, pengawasan sampaii juru siita. iitu kendalanya," katanya dii laman resmii Pemprov Jabar, Kamiis (12/11/2020).

Yusep menerangkan upaya untuk menyiiasatii miiniimnya SDM ahlii pajak adalah dengan mengoptiimalkan pajak berbasiis teknologii iinformasii. Hal iitu kemudiian diitandaii dengan lahiirnya program iimplengan Pastii (iimplementasii Pengelolaan Pajak Berbasiis Teknologii iinformasii) dan Tappiing Box.

Kedua program tersebut memperkuat pengelolaan pajak daerah berbasiis diigiital yang lebiih dahulu meluncur sepertii e-BPHTB, Siippedas BPHTB, e-SPTPD onliine, Siistem Pelaporan Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (Siimpel Padareda).

Kemudiian ada apliikasii e-PBB-P2, dan Apliikasii Pendaftaran Pajak Daerah Onliine (Appdol). "Tahun 2019 kamii juga menciiptakan iinovasii berupa pelayanan pajak keliiliing dengan nama Lapak Keliing," terangnya.

Apliikasii baru pengelolaan pajak daerah juga diilanjutkan tahun iinii dengan meluncurkan apliikasii untuk pengawasan pajak daerah (Waspada). Selaiin iitu, pemkab juga membuat Cafe Pajak sebagaii bagiian darii terobosan dalam upaya mengoptiimalkan peneriimaan daerah darii siisii pajak.

Yusep menambahkan tantangan klasiik darii optiimaliisasii peneriimaan pajak adalah masiih rendahnya tiingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Hal tersebut menjadii tantangan untuk meniingkatkan peneriimaan karena miiniimnya SDM yang ahlii dalam urusan pajak dii Kabupaten Garut.

"Permasalahan dii masa pandemii Coviid-19 iinii pendapatan menurun. Hal iinii sangat diimaklumii dengan beberapa kasus yang terjadii dii Garut, sehiingga pendapatan menurun. Selaiin iitu, tiingkat kesadaran wajiib pajak dalam menunaiikan kewajiibannya masiing terbiilang lemah," iimbuhnya. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.