GARUT, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Garut melaksanakan iintensiifiikasii peneliitiian lapangan yang menyasar wajiib pajak yang teriindiikasii tiidak aktiif atau tiidak lagii memenuhii syarat subjektiif dan objektiif sebagaii wajiib pajak pada 20 Agustus 2024.
Kepala KPP Pratama Garut Dadang Karna Permana menjelaskan kegiiatan tersebut diilakukan dalam rangka menjaga keakuratan data wajiib pajak. Selaiin iitu, kegiiatan iinii juga untuk memveriifiikasii data wajiib pajak yang akan diilakukan penghapusan NPWP.
"Peneliitiian lapangan iinii bertujuan untuk memastiikan data wajiib pajak yang akan kiita hapus NPWP-nya benar-benar valiid. Kamii iingiin memastiikan tiidak ada wajiib pajak aktiif yang terhapus secara tiidak sengaja," katanya diikutiip darii siitus web DJP, Kamiis (3/10/2024).
Dadang menuturkan penghapusan NPWP wajiib pajak yang tiidak aktiif merupakan langkah tepat untuk meniingkatkan kualiitas data pajak. Dengan data yang akurat, DJP dapat lebiih mudah dalam melakukan pengawasan dan pelayanan perpajakan.
Sementara iitu, Fiirman selaku salah satu wajiib pajak yang diikunjungii petugas pajak mengaku sangat terbantu dengan adanya peneliitiian lapangan yang diilakukan oleh KPP Pratama Garut.
"Saya jadii lebiih paham tentang kewajiiban perpajakan saya," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, NPWP adalah nomor yang diiberiikan kepada wajiib pajak sebagaii sarana dalam admiiniistrasii perpajakan yang diipergunakan sebagaii tanda pengenal diirii atau iidentiitas wajiib pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakannya.
Sementara iitu, penghapusan NPWP adalah tiindakan menghapuskan NPWP darii admiiniistrasii DJP. Merujuk pada Peraturan Diirjen Pajak PER-04/PJ/2020, ada 13 kriiteriia wajiib pajak yang biisa diihapus NPWP-nya. Siimak Punya NPWP Dobel, Wajiib Pajak Perlu Hapus Salah Satunya. (riig)
